Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
suatu keadaan yang menyebabkan beberapa sarjana melihat wayang sebagai kultus nenekmoyang, yang pada mulanya terhubung dengan ritus inisiasi organisasi ganda, dimana anak-anak muda belajar tentang rahasia suku. Apa pun kelebihan teori yang agak spekulatif ini, tetapi tidak ada bukti jelas yang mendukung pandangan itu di Mojokuto sekarang. Ada beberapa kelompok satria dan berbagai kerajaan mitos yang terlibat di dalam wayang. Di antara tokoh- tokoh yang paling penting adalah: a) Para Pandawa: lima saudara yang memerintah negara Amarta—Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa (yang kedua terakhir adalah saudara kembar). Pandawa biasanya disertai oleh Kresna, raja negara tetangga nDarawati, yang merupakan penjelmaan Wisnu dan penasihat umum Pandawa. Dua tokoh tersohor lainnya dalam kubu ini adalah Gatotkaca, anak Bima, yang perkasa dan bisa terbang, serta Angkawijaya, anak Arjuna. b) Para Kurawa: seratus satria Astina, yang dipimpin oleh Suyudana, Sengkuni, Durna dan Karna, saudara seibu Pandawa yang membangkang. Walaupun mereka adalah sepupu Pandawa, Kurawa telah merebut kerajaan Astina dari tangan mereka dan perselisihan atas negara sengketa ini yang menjadi tema utama wayang itu, sebuah persengketaan yang berpuncak pada perang besar Bratayuda dimana Kurawa dikalahkan. Punakawan—Semar, Petruk dan Gareng, pelawak rendahan, pelayan serta pengiring setia Pandawa dari Jawa. Semar, ayah kedua punakawan lainnya, sebenarnya adalah seorang dewa dalam bentuk yang sangat manusia seluruhnya, saudara Batara Guru, raja para dewa. Makhluk halus pengawal semua orang Jawa dari sejak mereka muncul sampai hari kiamat, ia barangkali merupakan tokoh paling penting dalam seluruh mitologi wayang. Lakon yang dipelajari dalang tidak lebih dari sekadar garis besar, terdiri atas gambaran kasar mengenai apa yang terjadi dalam tiap setengah lusin sampai selusin adegan utama, adegan-adegan mana yang sebenarnya merupakan serangkaian pertemuan dimana raja yang memerintah kerajaan bertemu dengan raja lain untuk berbincang- bincang atau berperang.