Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 405
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 405 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

mempedulikan dirinya sendiri dan bahwa ia juga sangat berani dalam memperjuangkan kebenaran. Keburukannya terletak dalam kemampuannya untuk membunuh dengan darah dingin dan bahwa ia tidak begitu merasa belaskasih, tidak cukup simpatik. Ia tak merasa kasihan kepada para pembuat kejahatan dan dengan demikian, bisa menjadi kejam atas nama keadilan. Ketiga watak utama wayang (dengan mengecualikan, untuk sementara, Semar), dengan demikian, menyatakan dilema tindakan- perasaan belaskasih, dengan menampilkan berbagai bentuk metafor dramatik yang diambilnya dari pengalaman manusia. Yudistira, yang kemampuannya untuk bertindak menjadi kering oleh perasaan belaskasihnya, memang patut dipuji tetapi pucatpasi—lambang dari keindahan dan ketidakmampuan sensitivitas yang terlalu tak duniawi. Bima yang kehendaknya untuk berbuat mengganggu fleksibilitas emosionalnya, gilang-gemilang dan menarik, tetapi sebagian merupakan korban dari kehendaknya sendiri yang kurang dewasa—lambang dari vitalitas dan bahaya dari komitmen yang bergairah. Saudara tengah, Arjuna, (kedua saudara lain yang lebih muda, si kembar, hanya menjadi tokoh kecil, yang patut dicatat karena kesetiaannya yang besar kepada abang-abangnya), mampu mewujudkan tindakan dengan mengesampingkan perasaan belaskasih melalui penerapan keadilan atau perintah ketuhanan ke dalam konteks manusia, tetapi dengan risiko dirinya tergambar sebagai tokoh yang paling mampu bertindak dengan dingin serta paling adil tanpa ampun. Pendirian Yudistira terhadap efek meniadakan dari kerangka eksis- tensi yang lebih luas pada tindakan manusia, tout comprendre c'est tout pardonner, pendirian Bima terhadap kenyataan ketidakadilan yang terasa dan dilihat dari perspektif manusia, bukan dari aspek keabadiannya dan konsekuensinya berupa kebutuhan untuk bertindak tegas terhadap ketidakadilan itu: serta ketegasan kejam Arjuna untuk menerapkan aturan ketuhanan di dunia manusia, emuanya merupakan bagian dari dilema yang sama. Dan untuk ketiganya, solusinya sama— pengetahuan mistik yang mendalam. Dengan pemahaman yang sungguh-sungguh atas kenyataan situasi manusia, persepsi rasa tertinggi yang benar, datanglah kemampuan untuk menggabungkan perasaan belaskasih Yudistira, kemauan bertindak Bima dan rasa keadilan Arjuna ke dalam sebuah pandangan yang benar-benar alus, sebuah pandangan yang menimbulkan keterpisahan dari perasaan dan kedamaian batin


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 405 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi