Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
di tengah-tengah dunia yang selalu berubah, tetapi memungkinkan serta menuntut sebuah perjuangan untuk menegakkan ketertiban dan keadilan di dunia yang seperti itu. Sebagaimana penyair kita dari Mojokuto menyatakannya: Memang orang-orang suci Mengetahui Tuhan secara langsung setiap hari Selagi mereka masih hidup di dunia ini. Kesimpulannya, filsafat kisah-kisah wayang adalah bahwa sepanjang orang dapat memahami realitas tertinggi, yang berada dalam diri seseorang sebagai rasa, perasaan, tertinggi, maka ia akan bebas dari efek emosi duniawi yang menghancurkan —tidak saja perasaan kasihan, tetapi juga kemarahan, cemas, cinta, harapan, keputusasaan dan semuanya. Ini akan memberikan kepadanya kekuatan besar baik untuk kebaikan, seperti halnya Pandawa, atau untuk keburukan, seperti Kurawa, yang bagaimanapun juga, termasuk kalangan alus. Bukan hanya orang saleh saja yang bisa bermeditasi, tetapi juga orang jahat: karena mistik adalah sebuah ilmu yang netral secara moral dan bisa digunakan setiap orang. Ia membawa pengetahuan: dan sebagaimana halnya ilmu pengetahuan pada umumnya, ilmu mistik adalah kekuasaan untuk kebaikan maupun keburukan. Baik dan buruk hanyalah nilai manusia belaka, sementara Tuhan ada dalam segala sesuatu—kebencian dan kekejaman maupun Cinta serta kasih sayang—dan segala sesuatu ada dalam Tuhan. Ini adalah sebuah agama yang mendalilkan bahwa pemahaman tentang diri sendiri membawa kekuatan serta kedamaian di bumi dan kisah-kisah wayang sering menunjukkan hal ini dengan sangat tajam. Ia menceritakan kepada saya sebuah kisah wayang. Seseorang membe- ritahu Bima bahwa jika ia memperoleh sejenis air istimewa dan mandi di dalamnya, ia akan kebal sehingga pasti memenangkan Perang Bratayuda melawan Suyudana. Karena ia tidak tahu dimana air ini bisa ditemukan, makaia pergi menemui seorang guru untuk mencari tahu dimana tempatair itu. Namun, guru itu akhir-akhir ini telah memperoleh hadiah yang begitu banyak dari Kurawa sehingga guruitu membantu kejahatan dan mencoba mengirim Bima ke arah kematiannya. (Ada beberapa guru seperti itu, kata informan itu: beberapa menggunakan ilmu mereka untuk kebaikan, beberapa lagi untuk kejahatan). Guru itu lalu menyuruh Bima mencari air di puncak sebuah gunung —walaupun ia tahu bahwa ada dua raksasa perkasa sedang bertapa di sana. Tentu mereka akan marah sekali kalau