Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
digangguoleh Bima yang sedang mencari air magis untuk membuat dirinya kuat serta kebal. Bima pergi dan benar rakasa itu marah, lalu berkelahi dengannya. lahampir saja kalah, tetapi akhirnya berhasil mengadu kepala dua raksasa itu. Tiba-tiba saja keduanya menjadi dewa. Kadang-kadang dewa sendiri melakukan kejahatan: keduanya telah melakukan kejahatan dan dikutuk menjadi raksasa oleh Batara Guru. Bima sudah memulihkan mereka dari kutukan itu dengan mengadu kepala mereka. Sebagai rasa terimakasih, keduanya memberitahu bahwa Bima telah ditipu, tidak ada airdi sana. Dalam keadaan marah, Bima kembali kepada sang guru dan mengatakan bahwa ia telah ditipu: tetapi guru itu menjelaskan bahwa ia menyuruh Bima ke sana sebagai ujian dari keberanian serta kekuatannya untuk memastikan ia mampu menempuh perjalanan sebenarnya yang harus dilakukan. Kemudian ia mengatakan kepada Bima bahwa ia akan menemukan airitu di tengah samudra, dengan harapan bahwa Bima akan tenggelam di sana. Bima berangkat ke samudra tanpa mempedulikan apa pun juga, sekalipun abangnya, Yudistira, serta adiknya, Arjuna, meminta agar ia tidak pergi serta memberitahukan kepadanya bahwa ia hanya ditipu lagi. Ia tidak mempedulikan keduanya dan langsung menuju ke laut. Tiba di laut, sesudah berkelahi dengan naga besar, ia menemukan 'seorang dewa yang persis menyerupai dirinya, hanya besarnya tidak lebih dari ibujarinya. Bima yang terperanjat melihat replika dirinya yang kecil itu, menceritakan maksud perjalanannya. Dewa kecil itu mengatakan, “Masuklah ke dalam diriku”. Bima pun melakukannya, orang besar itu masuk ke dalam tubuh kecil tersebut melalui mulutnya. Di dalam, melihat seluruh dunia ada di sana, berada di dalam diri dewa yang keci itu. Kemudian ia keluar lagi dan dewa itu mengatakan bahwa air istimewa itutidak ada, bahwa kesaktiannya ada dalam dirinya sendiri dan bahwa ia harus melihat ke dalam dirinya sendiri karena itulah sumber kekuatannya. “Kalau Tuhan ada di mana-mana di dunia, maka ia ada dalam dirimujuga, kamu harus melihat ke dalam dirimu sendiri serta melihat dunia di sana, baru kamu akan memperoleh kesaktian yang kamu cari”. Maka Bima pun pergibertapa. Sujono (informan itu) sadar sekali tentang simbolisme dari semua ini serta terus mengatakan bahwa dewa kecil yang merupakan replika dari Bima itu mencerminkan akunya yang dalam. Meditasi Bima menghasilkan pengetahuan yang dicarinya dan bentuk wayang yang mencerminkan dirinya, bertugas sebagai pengingat para hadirin tentang "pesan” pokok dalam wayang itu, yakni perlunya meditasi mistik. (Informan adalah seorang pegawai rumah sakit). Menurut “ilmu Jawa” (ilmu jawi), ada tujuh lapis bumi serta tujuh tingkat langit dan bumi berada di antara dua rangkaian itu. Orang yang pikirannya jernih dapat