Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 437
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 437 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

tuanya laki-laki itu, gadis itu pun menolak. Ia pulang ke kotanya, dimana ia merupakan seorang pedagang dan kembali mengurus usahanya. Ia bersumpah kepada dirinya bahwa bagaimanapun juga ia harus dapat mengawini gadis itu. Sementara itu, anak angkatnya jatuh cinta kepada gadisitu, mengawininya dan membawanya pulang ke rumahnya. Saudagar itu lalu menuduh anaknya menggelapkan uang. Anak itu pun dipenjara- kan. Ia kemudian memperkosa gadis itu dan untuk menyembunyikan kejahatannya, gadis itu dibunuhnya. Setelah anak angkatnya keluar dari penjara, ayahnya memberitahukan kepadanya bahwa isterinya pergi dan pulang ke rumahnya. Tak lama sesudah itu, hantu gadis itu menampakkan diri dan menggoncang kepercayaan diri sang ayah. Kemudian kedua orangtua gadis itu datang berkunjung untuk menengok putrinya. Dengan bantuan hantu serta seorang pembantu yang menyaksikan pembunuhan itu, rahasia itu pun terbongkar. Ini mungkin merupakan kisah yang paling populer di antara semuanya. Menurut orang, cerita ini berdasar pada kisah nyata yang terjadi di Surabaya sebelum perang. Inti konflik dalam ludruk tampaknya adalah konflik antargenerasi, konflik antara keterikatan pada tradisi generasi tua, khususnya yang menyangkut kawin paksa dan keinginan generasi muda. Dalam sandiwara yang pertama, si ayah memaksa anak lelakinya menceraikan gadis yang sudah dikawininya dan menerima pilihan ayahnya. Dua puluh tahun kemudian, anak lelaki itu menghancurkan anak perempuannya dengan cara yang Sama: dalam kisah yang ketiga, seorang ayah dan ibu mengusir anaknya—atau anak-anak itu memilih minggat daripada menyerah— karena anaknya tak mau mengawini pasangan yang ditentukan: pada yang terakhir, seorang ayah dan anak angkat bersaing untuk mendapatkan seorang gadis. Dalam konflik ini, generasi mudalah yang selalu benar: kebenaran suara hati dan penentuan nasib sendiri dimenangkan di atas kebenaran menurut tradisi dan otoritas orang tua. Kalau generasi tua tidak memperkosa yang muda, ia menggelapkan hak warisan, memaksa anaknya untuk kawin daripada melanjutkan sekolah, membuyarkan kisah Cinta mereka, atau menikahi gadis muda dan membiarkan perempuan tua dikawini yang muda. Dalam semua itu, berbagai sandiwara itu memberikan dukungan kepada keluhan umum tentang generasi tua yang dihukum. “Kita pernah memiliki pepatah,Kerbau menyusui anaknya', tetapi sekarang kita harus mengatakan, “Anak kerbau menyusui induknya”. "Tentusaja ada tema lain, khususnya tentang persoalan 'anak angkat', tetapi setelah dipertimbangkan, tampak jelas bahwa dengan sifatnya


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 437 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi