Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
yang didaktik, dengan tipe komedinya yang khas, dengan perhatiannya kepada masalah sosial dan moral yang menjadi ciri khas masyarakat yang sedang berubah, ludruk lebih merupakan anak zaman ini. Namun, ia juga merupakan anak masa lampau, karena kalau tidak demikian, ia tak akan menarik begitu banyak penggemar di sebuah kota seperti Mojokuto, dimana persoalan seperti yang dipertunjukkannya itu baru merupakan persoalan yang nyata bagi segolongan hadirin yang sangat terpengaruh oleh cara hidup kota. Pelawak, peniru perempuan (yang sebenarnya bukan merupakan objek yang lucu, karena kebancian bagi orang Jawa hanya lucu dalam pengertian yang “ganjil”, bukan dalam pengertian “menggelikan”), para penari dan gamelan, semuanya mengaitkan sandiwara itu dengan bentuk-bentuk kebudayaan yang dikenal sehingga seorang petani yang sebenarnya hanya setengah mengerti tentang alur ceritanya dapat ketawa terpingkal-pingkal karena lawakannya, terheran-heran melihat permainan para banci dan menikmati tarian para penari. Sikap terhadap aspek homoseksual dari ludruk dalam kenyataannya sangat ambivalen. Banyak orang mengatakan bahwa ludruk merusak banyak rumahtangga, karena kaum homoseksual menarik para pria dari isteri-isterinya: dan sudah merupakan pendapat umum bahwa banyak kegiatan homoseksual berlangsung di antara para anggota rombongan keliling itu. Konon—benar tidaknya saya tak tahu—ludruk dilarang di beberapa daerah, karena pengaruh moralnya yang merusak. Golongan santri hampir menjauhi ludruk samasekali dan ketika saya mengajak seorang anak santri menonton ludruk, ia benar-benar tampak gelisah. Orang tua priyayi menganggap ludruk terlalu kasar. Walaupun mereka sendiri sering menontonnya, mereka seringkali melarang anaknya menonton, dengan mengatakan bahwa tidak baik mereka menonton hal-hal seperti itu pada usia yang masih sangat mudah terpengaruh.? Karena ludruk merupakan campuran dari politik kiri (agak dikurangi pada saat itu), melodrama sederhana, komedi murahan serta bentuk-bentuk seksualitas yang dilarang, maka cengkeraman ludruk pada penontonnya yang kebanyakan abangan tampaknya hampir tidak bisa dilepaskan. Penari Jalanan: Kledak, Jaranan dan Janggrung Unsur berikutnya dalam kompleks seni kasar adalah kledek, kadang-kadang juga disebut tandak: penyanyi serta penari jalanan perempuan, yang bermain karena disewa dan secara lebih umum, dengan