Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
beratitu. Demikian seterusnya sampai ia menghabiskan seluruh daging itu samasekali, sehingga baik anjing maupun kucing tidak memperoleh apa-apa samasekali. Kompleks seni kasar seperti ludruk, kledek, jaranan dan dongeng harus diakui tidak begitu terjalin atau terpadu sebagaimana halnya kompleks seni alus, tetapi emua unsurnya turut memberi ekspresi pada etos yang lebih bersahaja, yang sesuai dengan rakyat yang pandangan dunianya menganggap kehalusan budi-bahasa sebagai sebuah ideal yang bagus, tetapi tidak begitu menarik dalam praktik. Seni Kontemporer Apa yang saya sebut sebagai “seni nasional” hampir seluruhnya terbatas pada kota-kota dan bagaimanapun juga, ia tidak selalu dianggap sebagai seni oleh rakyat Mojokuto, tetapi hanya sebagai hiburan belaka. Kemudian ia melanjutkan pembicaraannya mengenai wayang, mengatakan bahwa wayang adalah kesenian, sedangkan bioskop hanyalah hiburan (kesenengan): dan yang menjadi alasannya adalah bahwa selalu mungkin menonton wayang yang sama berulang kali. Ini disebabkan karena wayang memiliki isi, mempunyai makna di dalam dirinya, sedangkan bioskop tidak (Ia mengakui bahwa dewasa ini dalang pun banyak yang tidak mengetahui arti wayang serta hanya bisa memainkan satu lakon atau sekadarnya saja dan mengerjakannya secara otomatis: tetapi dalang yang baik mengetahui apa artinya wayang). Karena itu, orang bisa berulang kali menonton wayang dan memperoleh semakin banyak darinya, sementara dari bioskop, orang hanya memperoleh apa yang bisa didapatnya dari menonton sekali. Meskipun ada beberapa keberatan dari kalangan konservatif, bentuk- bentuk kesenian nasional—tidak hanya film, tetapi juga orkes, lagu populer, novel dan sebagainya—terus bertambah populer. Saya menyebutnya kesenian nasional karena beberapa alasan. Kesenian ini tidak hanya terbatas di Jawa: demikian pula tidak ada sesuatu yang khas Jawa di dalamnya jika dibandingkan dengan berbagai wilayah Indonesia lainnya, seperti Sumatera atau Sulawesi. Sepanjang mengenai sastera, ia selalu dalam bahasa nasional atau bahasa Melayu-Indonesia dan tidak dalam bahasa “daerah” Jawa. Ia sebagian ditampilkan dalam