Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 449
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 449 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

media massa, yang tentu saja tersebar ke seluruh kepulauan—radio, film dan majalah yang beredar secara nasional. Ia dimainkan dan disukai oleh kelompok-kelompok yang sama, kebanyakan pemuda kota, yang selalu berada di barisan depan nasionalisme. Ia merupakan bentuk yang lazim di kota-kota pelabuhan yang besar—Surabaya, Jakarta—dimana bentuk-bentuk kesenian pribumi sudah melemah di tengah-tengah kehancuran kebudayaan pada umumnya ia sangat digemari oleh kalangan elite politik baru yang memegang kekuasaan di kota-kota itu. Orkes dan Penyanyi Populer Dalam hal musik, kompleks kesenian nasional diwakili oleh orkes, yang berasal dari kata orkest, perkataan Belanda untuk apa yang dalam bahasa Inggris disebut “orchestra”, dan lagu-lagu populer. Orkes terdiri atas instrumen petik yang mengikuti tangga nada Barat yang diatonik, bukan tangga nada gamelan yang pentatonik: banyo, gitar, biola, bas petik, mandolin dan ukulele. Kadang-kadang ada juga terompet, yang merupakan tambahan pada kesempatan khusus, paling tidak di Mojokuto. Ada tiga orkes semiprofesional seperti itu di Mojokuto, yang satu di antaranya bubar tak lama sesudah berdiri. Mereka bermain musik pada perayaan-perayaan seperti perkawinan dan khitanan dengan upah antara Rp 50,00 sampai Rp 125,00, tergantung pada meriahnya perayaan itu dan apakah ada pemain luar yang didatangkan untuk meningkatkan mutu permainan orkes itu—seperti misalnya pemain terompet atau penyanyi dari luar. Kebanyakan orkes beranggotakan lima dan enam orang serta seorang vokalis perempuan. (Beberapa pemain musik, biasanya semuanya, merangkap juga sebagai vokalis lelaki, karena tidak ada anggota yang hanya memainkan instrumen saja). Para anggotanya bukan pemain musik penuh, melainkan penjahit, tukang cukur, pegawai rendahan, polisi dan sebagainya: namun, ini tidak berarti mereka tidak bercita-cita jadi pemain musik profesional. Barangkali karena kesamaan dalam beberapa hal antara orkes gambusan yang dipengaruhi Arab, seperti telah diuraikan di bagian santri dan orkes lagu-lagu populer, maka di antara para pemain orkes yang paling aktif terdapat dua atau tiga orang Arab setempat, anak-anak muda yang merupakan inti dari kelompok-kelompok yang bersemangat tinggi. Beberapa pemain adalah santri dan ada kecenderungan pada


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 449 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi