Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 460
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 460 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

spiritualnya pada satu titik kecil—seperti kalau orang memusatkan sinar matahari melalui kaca pembesar untuk menghasilkan panas maksimum pada satu titik. Alat utama untuk memperoleh kemurnian kehendak dan pemusatan daya upaya seperti ini adalah: pertama, penumpulan kehidupan instingtif seseorang, mengangkat diri di atas kebutuhan fisiologis sehari-hari: dan kedua, disiplin dalam penarikan diri dari minat duniawi untuk jangka waktu lama atau sebentar dan pemusatan terhadap hal-hal yang dalam. Yang paling penting di antara disiplin instingtif adalah puasa, bergadang dan abstensi seksual. Penarikan diri sementara dari minat kepada dunia lahir disebut semadi, atau dalam bentuknya yang paling intensif yang tak pernah dipraktikkan sekarang, tapa, yang terdiri atas duduk lurus berdiam diri secara mutlak dan mengosongkan kehidupan dalam kita dari semua isi duniawi sejauh mungkin. Selain disiplin spiritual dan meditasi, studi empiris terhadap kehidupan emosional, sebuah psikologi metafisik, juga memunculkan pengertian serta pengalaman mengenai rasa. Studi semacam itu merupakan analisis fenomenologis atas pengalaman dan dianggap sebagai “teori" yang terkait dengan praktik berpuasa serta kewajiban lainnya. Satu rangkaian variasi dari beberapa sekte mistik—setidaknya di Mojokuto—tampaknya terletak di sepanjang kontinum ini: sesuai dengan titikberat yang mereka berikan terhadap pengendalian naluri serta meditasi di satu pihak dan refleksi serta analisis di pihak lain: tetapi tak satu pun mengabaikan salahsatu dari keduanya, karena keduanya mendukung dan memperkuat satu sama lain. Karena orang berbeda-beda dalam kesanggupannya melaksanakan disiplin spiritual itu (dan sekarang ini, tak seorang pun memiliki kemampuan sebaik orang-orang di zaman dulu)—untuk waktu yang lama, mereka mampu berpuasa, tidak tidur dan bermeditasi—dan berbeda-beda pula dalam kesanggupannya melakukan an: sistematik tentang pengalaman dalam (atau memahami sebuah analisis yang sudah dilakukan seorang guru terkenal), maka mung- kinlah untuk meletakkan orang pada tingkatan yang berbeda-beda menurut kesanggupan dan prestasi spiritualnya, sebuah penggolongan yang menimbulkan sistem guru-murid, dimana seorang guru yang maju mengajar kepada murid yang kurang maju, sedangkan ia sendiri merupakan murid dari guru yang lebih maju lagi.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 460 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi