Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
manusia”. Sekalipun demikian, terkadang jika seorang perempuan sudah tiga atau empat kali mengalami keguguran kandungan atau anaknya mati waktu melahirkan, suaminya bisa mengucapkan sumpah, “Yen kowe meteng maneh, tak-kebokng” (“Kalau kau hamil lagi, saya akan mengkerbaukan anak itu”) serta mengatakan bahwa ia tak akan lagi mengadakan tingkeban dan juga berbagai slametan kelahiran lainnya. Ini merupakan hal yang berat untuk dilakukan, karena tidak saja hal itu membuat orang tak lagi terlindungi dari gangguan makhluk halus, tetapi juga menyebabkan dia menjadi sasaran kritik di kemudian hari kalau anak itu ternyata degil atau keras kepala, seperti yang lazim terjadi dalam kasus seperti itu. Namun, seorang tetangga kami yang isterinya jatuh sakit selagi hamil, bersumpah demikian dan semuanya berjalan dengan bai Babaran Menjelang kelahiran, sebagian orang mengadakan slametan kecil hanya dengan anggota keluarganya saja, yang hidangannya terdiri atas sepiring jenang dengan pisang yang telah dikupas di tengahnya untuk melambangkan kelahiran yang lancar. Akan tetapi, slametan seperti ini lebih sering ditinggalkan, bahkan oleh orang abangan yang cukup ketat. Terlepas dari itu, jika sudah terasa sakit menjelang kelahiran, dukun bayi pun dipanggil: dan segera setelah tiba, ia meletakkan sajan di samping tempat tidur si ibu dan kamar kecil (karena makhluk halus di kamar kecil tidak senang pada bau darah yang menyertai kelahiran). Kemudian ia membentangkan tikar di lantai, mendudukkan ibu itu di atasnya dan mulai memijitnya sambil mengucapkan mantera: Dengan nama Tuhan, yang Maha Pengasih dan Penyayang! Saya berniat membentangkan tikar Dan menempatkan sebuah keranjang yang longgar tenunannya di atasnya (yakni ibu itu). Kakek Roh Mojokuto, Nenek Roh Mojokuto! Bukalah pintu surga, Tutuplah pintu neraka. Para setan dan makhluk halus jahat lainnya, semoga mereka pergi. Roh moyang laki-laki mengatakan bahwa tak akan ada sesuatu pun yang menimpa, Roh moyang perempuan mengatakan bahwa tak akan ada sesuatu pun