Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Al Aqidah fiLlah - Detail Buku
Halaman Ke : 214
Jumlah yang dimuat : 228
« Sebelumnya Halaman 214 dari 228 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text

الإله عند اليهود (١)

حفلت ديانة بني إسرائيل - اليهودية - بالتصورات الوثنية وباللوثة القومية على السواء، فبنو إسرائيل - وهو يعقوب بن إسحاق بن إبراهيم عليهما السلام - جاءتهم رسلهم، وفي أولهم إسرائيل، بالتوحيد الخالص الذي علمهم إياه أبوهم إبراهيم، ثم جاءهم نبيهم الأكبر موسى عليه السلام بدعوة التوحيد أيضاً مع الشريعة الموسوية المبنية على أساسه، ولكنّهم انحرفوا على مدى الزمن، وهبطوا في تصوراتهم إلى مستوى الوثنيات، وأثبتوا في كتبهم (المقدسة) وفي صُلب التوراة أساطير وتصورات عن الله - سبحانه - لا ترتفع عن أحط التصورات الوثنية للإغريق وغيرهم من الوثنيين الذين لم يتلقوا رسالة سماوية، ولا كان لهم من عند الله كتاب.

ولقد كانت عقيدة التوحيد التي أنزلها الله على إبراهيم عقيدة خالصة ناصعة شاملة متكاملة، واجه بها الوثنية مواجهة حاسمة كما صورها القرآن الكريم، ووصى بها إبراهيم بنيه كما وصى بها يعقوب بنيه قبل أن يموت: (واتل عليهم نبأ إبراهيم - إذ قال لأبيه وقومه ما تعبدون - قالوا نعبد أصناماً فنظلُّ لها عاكفين - قال هل يسمعونكم إذ تدعون - أو ينفعونكم أو يضُّرون - قالوا بل وجدنا آبَاءنَا كذلك يفعلون - قال أَفَرَأَيْتُم مَّا كنتم تعبدون - أنتم وَآبَاؤُكُمُ الأقدمون - فإنَّهم عدوٌّ لي إلاَّ ربَّ العالمين - الذي خلقني فهو يهدين - والَّذي هو يطعمني ويسقين - وإذا مرضت فهو يشفين - والَّذي يميتني ثمَّ ُيحيين - والَّذي أطمع أن يغفر لي خطيئتي يوم الدين - ربَّ هب لي حكماً وألحقني بالصَّالحين - واجعل لي لسان صدقٍ في الْآخِرِينَ) الشعراء: ٦٩-٨٤ .


(١) خصائص التصور الإسلامي، لسيد قطب بتصرف يسير ... ص ١١.

Bahasa Indonesia Translation

Tuhan Menurut Orang Yahudi

Agama Bani Israil—yaitu Yahudi—penuh dengan gambaran-gambaran bernuansa paganisme dan bercampur dengan fanatisme kesukuan. Padahal Bani Israil, yang merupakan keturunan Ya‘qub bin Ishaq bin Ibrahim ‘alaihimassalam, telah didatangi para rasul mereka. Yang pertama adalah Israil (Ya‘qub) sendiri dengan membawa ajaran tauhid murni sebagaimana yang diajarkan ayah mereka, Ibrahim. Kemudian datang nabi terbesar mereka, Musa ‘alaihissalam, dengan membawa ajaran tauhid yang sama, beserta syariat Musa yang berlandaskan pada tauhid itu. Namun, sepanjang perjalanan sejarah, mereka menyimpang dan menurunkan pandangan mereka hingga pada level keyakinan pagan. Mereka bahkan mencantumkan dalam kitab mereka (yang disebut suci), termasuk dalam Taurat itu sendiri, mitos dan gambaran tentang Allah ﷻ yang tidak lebih tinggi nilainya dari gambaran dewa-dewa Yunani kafir dan kaum pagan lainnya yang tidak pernah menerima risalah samawi dan tidak memiliki kitab dari Allah.

Adapun akidah tauhid yang Allah turunkan kepada Ibrahim adalah akidah yang murni, bersih, menyeluruh, dan sempurna. Ia menghadapi paganisme dengan konfrontasi total sebagaimana digambarkan dalam Al-Quran. Ibrahim mewasiatkan tauhid itu kepada anak-anaknya, sebagaimana Ya‘qub juga mewasiatkannya kepada putra-putranya sebelum wafat. Allah berfirman:

﴿وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَاهِيمَ - إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ - قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ - قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ - أَوْ يَنفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ - قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءنَا كَذَلِكَ يَفْعَلُونَ - قَالَ أَفَرَأَيْتُم مَّا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ - أَنتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ - فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ - الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ - وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ - وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ - وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ - وَالَّذِي أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ - رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ - وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ﴾

“Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada ayah dan kaumnya: ‘Apakah yang kamu sembah?’ Mereka menjawab: ‘Kami menyembah berhala-berhala, dan kami tetap tekun menyembahnya.’ Ibrahim berkata: ‘Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu ketika kamu berdoa? Atau dapatkah mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudarat?’ Mereka menjawab: ‘(Bukan karena itu), tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.’ Ibrahim berkata: ‘Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah? Kamu dan nenek moyangmu yang terdahulu? Sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam, yaitu Dia yang menciptakanku, maka Dialah yang memberi petunjuk kepadaku. Dan Tuhanku, Dialah yang memberi makan dan minum kepadaku. Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku. Dan yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali). Dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat. Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.” (Surah Asy-Syu‘ara: 69–84)


  1. Khashaish al-Tashawwur al-Islami, Sayyid Qutb, dengan sedikit penyesuaian, hlm. 11.

Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 214 dari 228 Berikutnya » Daftar Isi