Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
« * Surah al-Baqarah (2) Allah memerintahkan mereka menyembelih: seekor sapi. Dari sini dimulai kisah al- Baqarah. Akhir dari kisah itu adalah, mereka menyembelihnya — setelah dialog tentang sapi berkepanjangan — dan dengan memukulkan bagian sapi itu kepada mayat yang terbunuh, maka atas kudrat Allah swt. korban hidup kembali dan menyampaikan siapa pembunuhnya. Melalui kisah a/-Baqarah, ditemukan bukti kebenaran petunjukpetunjuk Allah, walau pada mulanya kelihatan tidak dapat dimengerti. Kisah ini juga membuktikan kekuasaan-Nya menghidupkan kembali yang telah mati, serta kekuasaan-Nya menjatuhkan sanksi bagi siapa yang bersalah walau ia melakukan kejahatannya dengan sembunyi-sembunyi. Dari sini kemudian disimpulkan bahwa uraian surah ini berkisar pada penjelasan dan pembuktian tentang betapa hag dan benarnya kitab suci dan betapa wajar petunjuk-petunjuknya diikuti dan diindahkan. Kepercayaan akan kekuasaan Allah menghidupkan kembali siapa yang telah wafat — sebagaimana diuraikan dalam kisah a/-Baqarah -— merupakan salah satu faktor dan pendorong utama untuk beramal saleh dan menghindari kejahatan. Ganjaran dan balasan itu diterima secara utuh di akhirat kelak setelah manusia dibangkitkan dari kematiannya. Surah ini dinamai juga (6!) as-sinim yang berarti puncak, karena tiada lagi puncak petunjuk setelah Kitab suci ini, dan tiada puncak setelah kepercayaan kepada Allah Yang Maha Esa dan keniscayaan hari Kiamat. Ia difamai juga (st AJ!) ag-gahrd” yakni terang benderang, karena kandungan surah ini menerangi jalan dengan benderang menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, serta menjadi penyebab bersinar terangnya wajah siapa yang yang mengikuti petunjuk-petunjuk surah ini kelak di kemudian hari. Kiranya kita dapat melihat ketepatan apa yang dikemukakan di atas, dari rincian kelompok-kelompok ayat yang dipaparkan berikut ini.