Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
105 Kelompok I ayat 13 Surah al-Baqarah (2) Sa k kerusakan dibumi yakni secara jelas menyebut kata di bumi, bukan sekadar melarang melakukan pengrusakan. Yakni dengan penyebutan kata tersebut tercermin betapa luas dampak keburukan itu, sehingga kalau dibiarkan akan menyebar ke seluruh persada bumi. Ia tidak hanya akan menyentuh manusia, tetapı juga semua lingkungan hidup. Apa yang disyaratkan oleh al-Qur'an semakin terbukti kebenaranna dewasa ini, di saat alat-alat komunikasi sedemikian canggih dan dapat dijangkau dengan mudah oleh siapa pun. Ayat di atas membantah mereka dengan menggunakan susunan kata yang mengandung makna pengkhususan yakni yang perusak tidak lain kecuali mereka. Redaksi ini dipilih sebagai jawaban atas ucapan mereka yang juga menyatakan bahwa banya kami —bukan selain kami- yang mushlihin yakni pelaku-pelaku perbaikan. Memang bisa saja jawaban terhadap mereka tanpa pengkhususan itu, tetapi ia ditegaskan karena sebelum ini telah dinyatakan bahwa ntereka tidak lagi memiliki dorongan untuk memperbaiki diri dan bahwa sifat mereka dari hari ke hari bertambah buruk sehingga siapa yang sifat dan keadaannya demikian, tidak lagi dapat diharapkan lahir darinya suatu kebaikan. Setelah menyampaikan nahi mungkar, yakni melarang sesuatu yang buruk, ayat di atas melanjutkan uaraiannya dengan amr makruf, atau memerintahkan yang baik yaitu, perintah untuk beriman. Adalah hal yang sangat wajar mendahulukan nahi mungkar, karena menyingkirkan keburukan lebih utama daripada menghiasi diri dengan keindahan. Tetapi sikap mereka tidak berubah sebagaimana terbaca pada ayat berikut. Firman-Nya: ( Ogy Y) la yasy'uriin serupa maknanya dengan kata yang sama pada ayat 9. AYAT 3 Uh ya ad 1A ue , Ig , hi “ai, GS 1 la 0g Br ELU lgani Gale GS AI IE N als GS Iyaale g Jab Il T To . A . Ta , + “3 J Kar D pola Y K Sani Apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang yang lain telah beriman”, mereka menjawab, “Akankah kami beriman sebagaimana orang-orang yang picik akalnya itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang picik, tetapi mereka tidak mengetahui. Ayat ini menjelaskan lebih lanjut keburukan mereka yaitu: Apabila dikatakan kepada mereka, “berimanlah” dengan iman yang benar dan mantap