Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok I ayat 17-18 diri untuk menerima dan memanfaatkan petunjuk itu, atau sejak semula mereka bukanlah orang-orang yang mengetahui seluk beluk perniagaan, sehingga akhirnya mereka tidak memperoleh keuntungan. Yang dimaksud dengan kata (14 #24) isytarau/ membeli adalah menukar. Akar katanya adalah («$ #) syari yang berarti menjual. Ayat ini bermaksud menggambarkan keadaan kaum munafikin yang bergaul dengan kaum muslimin dengan menampakkan keimanan dan mengenakan pakaian hidayah, tetapi ketika ia menyendiri dengan rekan-rekannya yang durhaka, ia menukar pakaian itu dengan pakaian yang lain yaitu pakaian kesesatan. Penukaran itu diibaratkan dengan jual beli untuk mengisyaratkan bahwa apa yang dilakukannya itu terlaksana dengan kerelaan sebagaimana layaknya semua jual beli. Selanjutnya karena setiap jual beli pasti dimotivasi oleh perolehan keuntungan, maka di sini ditegaskan bahwa perniagaan mereka tidak menghasilkan keuntungan. Firman-Nya: (yag IS 4) md kind muhtadin, ada yang memahaminya dalam arti tidak mendapat petunjuk dalam usaha mereka menukar, bukan dalam arti tidak mempunyai pengetahuan tentang seluk beluk perdagangan. Seakan-akan yang ditekankan di sini adalah kesalahan memilih barang dagangan, bukan ketidakmampuan berdagangan. Dapat juga ayat ini diartikan bahwa mereka tidak memperoleh keuntungan dalam perniagaan mereka, bahkan mereka rugi dan kehilangan modal. Modal yang dimiliki oleh setiap orang adalah fitrah kesucian. Ini mereka abaikan, padahal seharusnya modal tersebut mereka manfaatkan guna memperoleh keuntungan berupa amal-amal saleh. Tetapi nyatanya, jangankan sekadar tidak memperoleh keuntungan, modal pun lenyap karena keimanan tidak menghiasi jiwa mereka. Kelompok ayat ini diakhiri dengan dua perumpamaan, yang menjelaskan keadaan mereka secara menyeluruh. Perumpamaan pertama adalah: AYAT 17-18 "daya e ai MEPER TE „p n OPE, AS ea t Cah ii u tol GIE u abya gih aS ng EAD A Dyra Y Ia ‘Keadaan (yang sungguh mengherankan dari) mereka adalah seperti keadaan (yang aneh dari) seorang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya