Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok II ayat 23 sepenuhnya sama, dan ajaklah saksi-saksi kamu yakm penolong-penolong kamu yang dapat kamu ajak selain Allah, untuk membantu kamu menyusun, atau saksi dan juri-juri untuk memberi putusan tentang hasil karya kamu ketika dibandingkan dengan al-Our'an. Ajaklah mereka sebagai saksi-saksi karena kalian enggan menerima kesaksian Allah, jika kamu orang-orang yang benar dalam keraguan bahwa al-Qur'an bukan firman Allah. Sungguh tantangan ini sangat gamblang. Tidak usah semua al-Our'an. Satu bagian saja, walau yang satu bagian ini tidak sepenuhnya sama. Jangan menyusun sendiri, tetapi silahkan ajak siapapun untuk membantu, atau ajak siapapun untuk memberi putusan dalam membandingkan karya kalian dengan ayat al-Qur'an. Demikian ayat ini mengajak mereka untuk membuat semacam al-Our'an lalu membiarkan mereka memutuskan sendiri. Memang, betapapun kukuhnya kemusyrikan mereka atau besarnya pengingkaran mereka, tak seorang pun yang akan berani berkata bahwa ucapan atau gubahan sastrawan mereka dapat menandingi al-Our'an. Nabi Muhammad saw. dalam ayat ini ditunjuk dengan kata (bus) 'abdind/ hamba kami. Jika Allah telah menjadikan beliau sebagai ‘abd, maka ibadah yang diperintahkan oleh ayat 21 di atas, dapat dilihat penerapannya atau diketahui tatacaranya melalui keteladanan serta penjelasan-penjelasan Nabi Muhammad saw. Ibadah yang beliau lakukan pasti benar. Karena itu, apapun 1Badah murni yang tidak bersumber darinya maka ia adalah kesesatan dan pengabdian apapun yang bertentangan dengan tuntunannya, pastilah keliru dan tidak ditestui oleh Allah swt. Kata (Mt ye) min mitslihi, ada juga yang memahaminya dalam arti seperti hamba Kami Muhammad yang tidak pandai membaca dan menulis itu. Memang mustahil bagi seseorang yang tidak pandai membaca dan menulis dapat menyampaikan informasi dan tuntunan yang demikian tepat dan dengan bahasa yang demikian mempesona, kecuali jika apa yang disampaikannya itu benar-benar merupakan informasi dari Allah swt. Walaupun makna ini dapat benar, dari tinjauan kebahasaan dan hakikat keagamaan, tetapi memahami tantangan ini dalam makna tersebut dapat mengurangi nilai tantangan, karena ia memberi kesan bahwa yang pandai membaca dan menulis boleh jadi mampu menyusun semacam alQur'an, padahal dalam rangkaian ayat ini juga al-Qur'an menantang siapa dan kapanpun untuk mendatangkan semacamnya walau dengan bekerja sama dan bantu membantu dengan siapapun termasuk yang pandai membaca dan menulis.