Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok II ayat 28 keyakinan tentang keesaan Allah yang dapat mengantar mereka meraih surga, tetapi semua itu hilang dan berkurang sehingga mereka akhirnya mendapat siksa neraka. Di tempat yang lain Allah swt. memuji kaum mukiminin dengan sifatsifat yang bertolak belakang dengan sifat-sifat di atas, yaitu firman-Nya: (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk” (QS. ar-Ra'd [13]: 21) i AYAT 28 ay a A KE S E aapa da bia YA% ‘Bagaimana kamu terus menerus kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, kemudian Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu kemudian Dia menghidupkan kamu (kembali), kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?” Ayat pertama pada kelompok ayat ini (ayat 21) mengajak seluruh manusia untuk beribadah kepada Allah swt. Ini disusul dengan sekian banyak uraian yang mendukung ajakan itu hingga ayat yang lalu. Nah, ayat ini kembali kepada mengajak semua manusia, dalam bentuk mengingatkan tentang hal-hal yang sangat serasi dengan hal-hal yang disebut oleh ayat pertama kelompok ini. Firman-Nya di sana: “Sembahlah Tuhan kamu” berhadapan dengan firman-Nya di sini: Bagaimana kamu terus menerus kafir kepada Allah. Firman-Nya di sana: “Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu,” dan seterusnya berhadapan dengan firman-Nya di sini padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali dan seterusnya. Demikian Thahir Ibn “Asyar. Dapat juga dikatakan bahwa setelah aneka penjelasan dipaparkan tetapi masih ada juga yang menampik ajakan iman, Allah swt. mengajukan “pertanyaan” kepada yang menampik itu, pertanyaan yang mengandung kecaman dan “keheranan”: Bagaimana, bukan mengapa, karena mengapa biasanya dijawab dengan jawaban analitis ilmiah, sedangkan mereka bukan orang-orang yang menggunakan akalnya sehingga tidak wajar mereka ditanya dengan pertanyaan demikian.