Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 168
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 168 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok III ayat 31-32 pengkhususan yang tertuju kepada Allah swt. dalam hal pengetahuan dan hikmah, sehingga penggalan ayat ini menyatakan “Sesungguhnya hanya Engkau tidak ada selain Engkau” Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Kata ( @ekall) a/-'alðn terambil dari akar kata ( els ) 7/m yang menurut pakar-pakar bahasa berarti menjangkau sesuatu sesuai dengan keadaannya yang sebenarnya. Bahasa Arab menggunakan semua kata yang tersusun dari hurufhuruf ‘ain, läm, mên dalam berbagai bentuknya untuk menggambarkan sesuatu yang sedemikian jelas sehingga tidak menimbulkan keraguan. Allah swt. dinamai (Jie) Glim atau (ls) 'alim karena pengetahuan-Nya yang amat jelas sehingga terungkap baginya hal-hal yang sekecil-kecilnya apapun. Pengetahuan semua makhluk bersumber dari pengetahuan-Nya: “Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya” (QS. al-Baqarah (2): 255). Kata ( EH) al-hakim dipahami oleh sementara ulama dalam arti Yang Memiliki hikmah, sedang hikmah antara lain berarti mengetahui yang paling utama dari segala sesuatu, baik pengetahuan maupun perbuatan. Seorang yang ahli dalam melakukan sesuatu dinamai (#-S) hakim. Hikmah juga diartikan sebagai sesuatu yang bila digunakan atau diperhatikan akan menghalangi terjadinya mudharat atau kesulitan yang lebih besar dan atau mendatangkan kemaslahatan dan kemudahan yang lebih besar. Makna ini ditarik dari kata ( 1S») bakamah, yang berarti kendali karena kendali menghalangi hewan atau kendaraan mengarah kearah yang tidak diinginkan, atau menjadi liar. Memilih perbuatan yang terbaik dan sesuai adalah -perwujudan dari hikmah. Memilih yang terbaik dan sesuai dari dua hal yang burukpun, dinamai hikmah dan pelakunya dinamai pakim (bijaksana). Siapa yang tepat dalam penilaiannya, dan dalam pengaturannya, dialah yang hakim. Pakar tafsir al-Biga'i menggaris bawahi bahwa a/-pakim harus yakin sepenuhnya tentang pengetahuan dan tindakan yang diambilnya, sehingga dia akan tampil dengan penuh percaya diri, tidak berbicara dengan ragu, atau kira-kira, dan tidak pula melakukan sesuatu dengan coba-coba. Thahir Ibn “Asyiir mehami kata a/-hakim dalam arti siapa yang mengetahui seluk beluk sesuatu sehingga mampu memeliharanya dari kerusakan dan kepincangan.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 168 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi