Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok HI ayat 33 yang pasti adalah apapun yang lahir maupun tersembunyi, keduanya diketahui Allah dalam tingkat pengetahuan yang sama. Pemanggilan khalifah itu dengan namanya yakni “Hai Adam” mengandung penghormatan kepadanya serta mengisyaratkan kedekatan yang memanggil terhadap yang dipanggil. Demikian kesan yang diperoleh semenatara ulama. Walaupun ayat ini menunjukkan ketidakmampuan malaikat menjawab apa yang ditanyakan kepadanya, dan kemampuan Adam as., tetapi ini sama sekali tidak dapat dijadikan bukti bahwa jenis manusia lebih mulia dari malaikat. Memang ini dapat menunjukkan adanya keistimewaan Adam as. atas sejumlah malaikat, bukan semua manusia atas semua malaikat, tetapi keistimewaan ini belum dapat menjadi alasan untuk menetapkan kemuliaan manusia, karena keistimewaan dalam satu hal belum menunjukkan keistimewaan dalam semua hal. Kata (pii) anbi’hum/ beritahukan kepada mereka terambil dari kata (Ù) zaba’ yang berarti berita penting. Ini mengisyaratkan bahwa apa yang diajarkan kepada Adam as. dan yang kemudian diperintahkan kepada beliau untuk menyampaikannya kepada malaikat adalah informasi yang sangat penting. Kepentingannya bukan saja pada nilai informasi itu, atau bahwa ia menjagi bukti kebenaran pilihan Allah swt. dalam menugaskan manusia menjadi khalifah, tetapi juga karena informasi itu, merupakan syarat bagi suksesnya tugas-tugas kekhalifaan yang merupakan salah satu tujuan utama penciptaan manusia. Sebelum ini pada ayat 30 Allah swt. menyampaikan bahwa “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Tetapi di sini dinyatakan bahwa, “Bukankah sudah Ku-katakan kepada kamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi” Ini berarti bahwa apa yang disampaikan pada ayat 30 itu adalah kesimpulan dari sekian hal yang disampaikan Allah swt. kepada mereka yang kemudian oleh ayat 33 ini diungkap sebagian dari apa yang disampaikan itu. Ayat 30 belum membuktikan kebenaran informasi Allah karena itu uraian di sana belum diperinci, sehingga boleh jadi ada keraguan dalam benak pendengarnya, sedangkan ayat 33 ini mengandung bukti kebenaran tersebut. Dari sini wajat ia diperinci untuk lebih membuktikan kebenaran informasi ini. Firman-Nya: (ù pas S ug) wa må kuntum laktumiin/ apa yang telah kamu sembunyikan. oleh para ulama dibahas secara panjang lebar khususnya kata (es ) kuntum yang secara umum berdasar kaidah kebahasaan