Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok III ayat 34 Setelah jelas kewajaran Adam as. menjadi khalifah, maka lahir perintah Allah swt. kepada para malaikat sebagaimana terbaca pada ayat berikut: AYAT 34 a Ey FEE jl mol SL Nela SI ak SUSA i S AI as “Dan (Renungkanlah pula) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kepada Ádam’, maka mereka pun segera sujud. Tetapi Iblis enggan dan angkuh. Dan dia termasuk kelompok yang kafir.” Sebagai penghornlatan kepada sang khalifah yang dianugerahi ilmu dan mendapat tugas mengelola bumi, maka Allah swt. secara langsung dan dengan menggunakan kata “Kami”, yang menunjukkan keagungan-Nya bukan lagi dalam bentuk persona ketiga sebagaimana dalam ayat 30, Allah secara langsung memerintahkan: Dan Renungkanlah pula ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “sujudlah kepada Adam.” Apakah semua malaikat diperintah sujud atau sebagian saja? Ada ulama yang berpendapat bahwa semua malaikat diperintahkan ersujud berdasar firman-Nya: “Maka seluruh malaikat itu bersujud semuanya” (OS. Shad [38]: 73). Ada juga yang berpendapat hanya sebagian, yakni yang ditugaskan mendampingi manusia, atau yang ditugaskan berada di bumi. Persoalan ini akan dibahas Insya Allah ketika menafsirkan surah S)dd di atas. Para malaikat menyadari bahwa perintah ini tidak boleh ditangguhkan, karena itu adalah tanda ketaatan dan penyerahan diri kepada-Nya. Maka mereka pun segera sujud tanpa menunda atau berpikir, apalagi perintah tersebut langsung dari Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, bukan dari siapa yang bisa jadi keliru, tetapi Iblis yang memasukkan dirinya dalam kelompok malaikat sehingga otomatis dicakup pula oleh perintah tersebut, enggan dan menolak sujud bukan karena tidak ingin sujud kepada selain Allah, tetapi karena dia angkuh, yakni mengabaikan hak pihak lain, dalam hal ini Adam as., serta memandangnya rendah sambil menganggap dirinya lebih tinggi. Jangan diduga bahwa keengganan ini baru diketahui Allah swt. ketika itu. Tidak, sebab memang sejak dahulu dalam pengetahuan Allah dia termasuk kelompok makhluk-makhluk kafir.