Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
eran 159: Kelompok III ayat 36 Surah al-Baqarah (2) ad tep Kata (148) 'anhd/ karenanya pada firman-Nya: (1s Ola Lag 38) fa agallahumd asy-syaithanu 'anhd/ maka keduanya digelincirkan oleh setan karenanya yakni karena memakan buah pohon itu. Ada juga yang memahami kata anhd dalam arti dari surga. Yakni, keduanya digelincirkan dari surga sehingga terpaksa keluar dari tempat yang penuh nikmat itu. Firman-Nya: (as yaa) psan) ba'dhukum li ba'dhin 'aduww)/ sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain, mengandung makna bahwa setan menjadi musuh manusia, dan manusia pun harus menjadikannya sebagai musuh. Jangan berbaik-baik kepadanya, jangan memberinya maaf, karena kalaupun setan Anda maafkan, dia akan kembali memusuhi. Jangan sekalikali menduga bahwa dia pada suatu saat dapat bersikap netral terhadap Anda, apalagi menjadi teman manusia. Memang, manusia yang bermusuhan dengan manusia laing boleh jadi suatu ketika berteman, tetapi setan tidak demikian. Ia adalah musuh abadi hingga akhir zaman. Ada juga yang memahami permusuhan yang dimaksud di atas adalah permusuhan antar anak cucu Adam satu dengan yang lain. Ini sebagai informasi kepada Adam dan Hawwa' bahwa akibat perbuatannya itu lahir ketidakseimbangan dalam jiwa mereka yang pada gilirannya melahirkan dalam jiwa anak cucunya sifat-sifat negatif. Karena seperti dituturkan Thahir Ibn Asyir — akhlak manusia dapat diwariskan, betapa tidak, bukankah dia merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi orang lain akibat pergaulan dan kebersamaan? Hubungan antara akibat tersebut dan penyebabnya yaitu memakan buah pohon terlarang, adalah bahwa mencicipi buah terlarang merupakan pelanggaran dan penolakan perintah Allah swt., bersangka buruk kepada-Nya yang kesemuanya didorong oleh ketamakan memperoleh manfaat buat diri sendiri yakni kekekalan di neraka. Nah, demikian juga permusuhan antara manusia. Ini merupakan penolakan terhadap apa yang diperintahkan Allah swt. menyangkut perlunya hidup harmonis dan menyatu perintah tersebut ditolak oleh manusia guna memperoleh apa yang diduganya sebagai manfaat untuk dirinya sambil mengabaikan manfaat untuk orang lain. Nah, apa yang terlintas dalam pikiran Adam dan Hawwi' ketika akan dan pada saat mencicipi buah itu telah berbekas pada jiwanya dan ini mereka wariskan kepada anak cucu mereka. Warisan itu berupa keinginan untuk meraih manfaat pribadi sambil bersangka buruk pada pihak lain, dan inilah sumber dari segala macam permusuhan. Memang, permusuhan lahir karena