Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok III ayat 36 Surah al-Baqarah (2) sendiri yang pada gilirannya melahirkan ketamakan, sangka buruk dan lainlain. Selanjutnya datang fase ketiga dengan kedatangan petunjuk Ilahi yang diisyaratkan oleh ayat 38 surah ini yakni firman-Nya: “Kemudian jika datang pelunjuk-Ku kepada kamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada rasa takut mengatasi mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” Ayat di atas menggunakan kata (ẹ ia) arä‘ yang diterjemahkan dengan kesenangan hidup sementara. Kata tersebut pada hakikatnya berarti kesenangan memanfaatkan sesuatu dalam waktu terbatas, terputus-putus, dan ada kekurangannya, serta ada selainnya yang lebih baik kualitas dan kuantitasnya. Demikian al-Biga'i. Ini mengisyaratkan bahwa dunia dan kenikmatannya bersifat sementara, ada tempat kekal, ada kenikmatan abadi dan amat berkualitas pada hari Kemudian. Apa yang dialami Adam as. dan pasangannya itu merupakan pelajaran yang sangat berharga dalam rangka menyukseskan tugas mereka sebagai khalifah di dunia. Keberadaan di surga di mana terpenuhi sandang, papan dan pangan adalah gambaran bagaimana seharusnya mereka memakmurkan bumi dan menyiapkan kebutuhann pokok itu. Tipu daya dan kebohongan setan dimaksudkan untuk menjelaskan bagaimana licik dan lihainya musuh yang akan dihadapi, sehingga diharapkan keterpedayaan kepadanya tidak terulang pada hari-hari mendatang. Pengusiran dari surga yang penuh kenikmatan, hendaknya mendorong mereka untuk berusaha kembali ke sana seperti cara yang akan ditunjukkan Allah. Uraian ayat di atas juga bertujuan menanamkan rasa penyesalan dalam jiwa manusia sekaligus menunjukkan betapa setan merupakan musuh dan sumber petaka yang mereka alami. Ini pada gilirannya diharapkan dapat menghasilkan dorongan untuk terus menerus memusuhi setan dan menjauh dari segala rayuan dan ajakannya. Semua informasi yang dicakup oleh kisah ini merupakan bekal dan pengalaman berharga untuk menyukseskan tugas yang menanti sang khalifah. = Setelah mendapat bekal, Allah tidak membiarkan Adam tanpa bimbingan. Ini karena dia tergelincir. Dia tidak melakukan kesalahan karena angkuh atau dengan sengaja dan niat buruk sejak semula.