Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok IV ayat 48 Hikmah yang dapat ditarik dari ayat ini dan ayat-ayat semacamnya — seperti dikemukakan Muhammad Sayyid Thanthawi — adalah bahwa Allah swt. memberi keutamaan kepada Bani Isra'il atas umat-umat terdahulu. Mereka dianugerahi aneka nikmat tetapi mereka tidak mensyukurinya bahkan sebaliknya mereka durhaka, dengki dan angkuh, maka Allah mencabut nikmat-nikmat itu dan menyifati mereka dengan sifat-sifat yang buruk seperti keras hati, ingkar janji, terbawa oleh syahwat keduniaan dan lain-lain. Demikian itulah kesudahan setiap umat yang mengganti kesyukuran kepada nikmat-Nya dengan kekufuran. AYAT 48 A s Sessa we PE ai A Sa a dd Sa Y5 Uti “Dan jagalah diri Kamu dari satu hari (di mana) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun, dan tidak juga diterima syafa'at dan tebusan darinya, dan tidaklah mereka akan ditolong.” 2 As J r “ Gap YI SA gi pi Peringatan ayat ini bergabung dengan tuntunan yang lalu. Ini perlu karena kelebihan yang dianugerahkan kepada mereka atas seluruh umat telah mengakibatkan mereka angkuh dan menduga bahwa mereka bebas dari siksa Allah atau paling tidak mereka tidak akan disiksa kecuali beberapa hari dan dengan siksaan yang ringan (baca QS. al-Baqarah (2): 80). Untuk itu mereka diperingatkan: Dan jagalah diri Kamu dari satu bari, yakni hindari siksa yang terjadi pada satu bari, yakni hari Kiamat. Makna kata tersebut demikian karena tidak seorang pun dapat menghindar dari hari Kiamat. Ia adalah satu keniscayaan. Yang dapat diupayakan untuk dihindari adalah siksa yang terjadi ketika itu. Yang taat kepada Allah akan terhindar dari siksa, bahkan mendapat nikmat, dan yang durhaka mendapat siksa. Pada hari itu seseorang, siapa pun dia, tidak dapat membela orang lain walau sedikit pun. Dan jangan menduga bahwa orang tua, betapapun terhormat dan taatnya kepada Allah, berkemampuan untuk membela, tidak juga orang lain, karena ketika itu tidak juga diterima syafa'at dan tebusan darinya, dan tidaklah mereka akan ditolong. Syafa'at terambil dari akar kata yang berarti genap. Tidak semua orang mampu meraih apa yang ia harapkan. Ketika itu banyak cara yang dapat