Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok IV ayat 48 Surah al-Baqarah (2) dilakukan. Antara lain meminta bantuan orang lain. Jika apa yang diharapkan seseorang terdapat pada pihak lain, yang ditakuti atau disegani, maka ia dapat menuju kepadanya dengan “menggenapkan dirinya” dengan orang yang dituju itu untuk bersama-sama memohon kepada yang ditakuti dan disegani itu. Orang yang dituju itulah yang mengajukan permohonan. Dia yang menjadi penghubung untuk meraih apa yang diharapkan itu. Upaya melakukan hal tersebut dinamai syafaat. Dalam kehidupan dunia, syafa'at seringkali dilakukan untuk tujuan membenarkan yang salah serta menyalahi hukum dan peraturan. Yang memberi syafa“at biasanya memberi karena takut, atau segan, atau mengharapkan imbalan. Di akhirat, hal demikian tidak ada, karena Allah yang kepada-Nya diajukan permohonan, tidak butuh, tidak takut, tidak pula melakukakan sesuatu yang batil. Di akhirat, yang mengajukan permohonan syafa'at harus mendapat izin terlebih dahulu dari Allah swt. untuk memohonkan syafa'at, dan izin itu baru diberikan setelah Allah menilai bahwa yang memohon dan yang dimohonkan wajar untuk memberi dan mendapat syafa'at, dan tentu saja apa yang dimohonkan adalah sesuatu yang hak. Ada ulama yang memahami ayat ini dan semacamnya ditujukan kepada orang kafir, sehingga pembelaan dan syafa'at yang dinafikan adalah yang bersumber dari orang-orang kafir kepada orang kafir. Ada lagi yang berpendapat bahwa pembelaan dan pemberiaan syafa'at yang dinafikan adalah dari siapa pun, walau mukmin, tetapi yang ditujukan untuk orang kafir. Ada lagi pendapat yang menafikan secara mutlak adanya pembelaan dan syafaat secara mutlak, dari siapa pun dan untuk siapa pun. Pendapat terakhir ini, walaupun sepintas terlihat didukung oleh sekian ayat yang berbicara tentang syafa'at, tetapi ada pula ayat-ayat lain yang mengisyaratkan adanya syafa'at, bahkan tidak sedikit hadits-hadits shahih yang menegaskan adanya syafa'at. Salah satu ayat dimaksud adalah firman-Nya: “Dan sembahansembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at; akan ketapi orang yang dapat memberi syafa“at ialah orang yang mengakui yang baq yakni keesaan Allah dan mereka meyakini-nya” (QS. az-Zukhruf [43]: 86). Demikian juga firman-Nya: “Tiadalah berguna syafa'at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diiginkan-Nya memperoleh syafa'at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?' Mereka menjawab: Putusan yang benar’, dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS. Saba’ [34]: 23).