Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 223
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 223 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok IV ayat 58-59 Surah al-Baqarah (2) (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang Zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik. Masih dalam konteks menyebut nikmat-nikmat Allah kepada Bani Isil yang dibarengi dengan kecaman, ayat ini memerintahkan: Dan di samping nikmat-nikmat yang lalu, ingatlah juga, ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini yakni Baitul Maqdis yang dinamai oleh orangorang Yahudi Yerusalem Lama, atau Hebron dalam keadaan*menang dan makanlah dari basil buminya, yang banyak lagi enak di mana dan apa saja yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbang kota itu sambil bersujud, yakni dengan penuh kerendahan hati dan penyesalan atas dosa-dosa yang lalu agar memasukinya dengan rendah hati, karena demikian itulah sifat para pemenang yang menyadari anugerah Ilahi dan katakanlah: “Hiththah yakni Bebaskanlah kami dari dosa-dosa kami yang banyak lagi besar.” Kalau itu kamu lakukan, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kamu yang disengaja dan yang tidak disengaja. Dan bahkan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) untuk — para mubsinin yakni orang-orang yang benar-benar mantap kebaikannya, yakni yang memohon ampun diampuni, dan yang memohon ampun disertai dengan berbuat baik akan ditambah anugerah duniawi dan ukhrawi untuknya. Apakah mereka melaksanakan tuntunan yang pada hakikatnya untuk kepentingan diri mereka sendiri? Tidak! La/u orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan mengerjakan yang tidak diperintahkan kepada mereka. Mereka mengganti perintah sujud, tunduk, dan rendah hati, dengan mengangkat kepala, membangkang, dan angkuh. Mereka ganti ucapan Hiththah, yang bermakna pemohonan ampun dengan pinthah, yakni permohonan gandum. Demikian sabda Nabi Muhammad saw. ketika menafsirkan ayat ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Tidak jelas apakah mereka semua membangkang sehingga mereka dinamai orang-orang yang zhalim, atau hanya sebagian mereka, dan yang sebagian itulah yang dicap sebagai orang-orang zalim. Namun yang pasti adalah, sebab itu Kami, yakni Allah melalui malaikat atau makhluk-Nya yang lain timpakan atas orang-orang yang zhalim itu siksa yang amat pedih dari langit, yakni dari arah di mana mereka tidak dapat mengelak karena mereka berbuat fasik, yakni keluar dari ketaatan kepada Allah menuju maksiat. Siksa tersebut sesuai dengan pelanggaran mereka. Bukankah mereka diperintah untuk masuk ke kota suci (Baitul Magdis) sambil taat kepada


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 223 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi