Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 240
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 240 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok IV ayat 65-66 Allah berfirman kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina terkutuk.” Perintah ini bukan perintah kepada Bani Isra'il untuk mereka laksanakan, tetapi ini adalah perintah ( y2w— ) taskhir, yakni perintah yang menghasilkan terjadinya sesuatu. Anda ingat firman-Nya: “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, Jadilah!, maka terjadilah za” (QS. Yasin (36): 82). Tidak jelas, apakah bentuk rupa mereka yang diubah menjadi kera atau hati dan pikiran mereka saja. Namun yang jelas, kisah “ini dikenal di kalangan mereka — khususnya para pemuka agama mereka — sebagaimana diisyaratkan oleh kata “sesungguhnya kalian telah mengetahui.” Dalam ayat lain dijelaskan bahwa ada di antara mereka yang dijadikan kera dan babi (baca OS. al-M#'idah (5): 60). Betapapun adanya perbedaan pendapat itu, namun salah satu yang perlu digarisbawahi adalah binatang yang ditunjuk Allah swt. itu. Kera adalah satu-satunya binatang yang selalu terlihat auratnya, karena auratnya memiliki warna yang menonjol dan berbeda dengan seluruh warna kulitnya. Di sisi lain, kera harus dicambuk untuk mengikuti perintah. Demikianlah sementara orang-orang Yahudi yang dikecam oleh al-Our'an. Mereka tidak tunduk dan taat kecuali setelah dijatuhi sanksi atau diperingatkan dengan ancaman, sebagaimana terbaca pada ayat-ayat yang lalu. Selanjutnya babi adalah binatang yang tidak memiliki sedikitpun rasa cemburu, sehingga walau betinanya “ditunggangi” oleh babi yang lain 1a tak acuh. Hal ini juga merupakan sifat sebagian orang Yahudi. Rasa cemburu tidak menyentuh mereka, walau istrinya menari dan berdansa dengan pria lain. Apa yang terjadi terhadap para pembangkang itu merupakan peringatan yang sangat berharga untuk dihindari oleh mereka yang tidak ditimpa sanksi tersebut, baik yang hidup ketika itu maupun generasi selanjutnya. Hal ini juga sekaligus ia merupakan pelajaran bagi orang-orang bertakwa. Sekali lagi, apakah bentuk jasmani mereka yang diubah atau bukan, dewasa ini tidaklah terlalu penting untuk dibuktikan. Yang pasti adalah akhlak dan cara berpikir mereka tidak lurus. Karena itu, setelah menjelaskan akibat dan tujuan sanksi Ilahi itu, kelompok ayat ini menggambarkan akal bulus dan kelicikan mereka, penyimpangan dan keraguan mereka terhadap nabi, serta upaya mereka menghindar dari perintah Allah. Selanjutnya Allah menjelaskan kelicikan, keraguan dan pembangkangan mereka melalui kisah sapi yang menjadi nama surah ini. Itu bermula dari terbunuhnya seorang tua kaya yang tidak jelas siapa


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 240 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi