Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok IV ayat 65-66 Allah berfirman kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina terkutuk.” Perintah ini bukan perintah kepada Bani Isra'il untuk mereka laksanakan, tetapi ini adalah perintah ( y2w— ) taskhir, yakni perintah yang menghasilkan terjadinya sesuatu. Anda ingat firman-Nya: “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, Jadilah!, maka terjadilah za” (QS. Yasin (36): 82). Tidak jelas, apakah bentuk rupa mereka yang diubah menjadi kera atau hati dan pikiran mereka saja. Namun yang jelas, kisah “ini dikenal di kalangan mereka — khususnya para pemuka agama mereka — sebagaimana diisyaratkan oleh kata “sesungguhnya kalian telah mengetahui.” Dalam ayat lain dijelaskan bahwa ada di antara mereka yang dijadikan kera dan babi (baca OS. al-M#'idah (5): 60). Betapapun adanya perbedaan pendapat itu, namun salah satu yang perlu digarisbawahi adalah binatang yang ditunjuk Allah swt. itu. Kera adalah satu-satunya binatang yang selalu terlihat auratnya, karena auratnya memiliki warna yang menonjol dan berbeda dengan seluruh warna kulitnya. Di sisi lain, kera harus dicambuk untuk mengikuti perintah. Demikianlah sementara orang-orang Yahudi yang dikecam oleh al-Our'an. Mereka tidak tunduk dan taat kecuali setelah dijatuhi sanksi atau diperingatkan dengan ancaman, sebagaimana terbaca pada ayat-ayat yang lalu. Selanjutnya babi adalah binatang yang tidak memiliki sedikitpun rasa cemburu, sehingga walau betinanya “ditunggangi” oleh babi yang lain 1a tak acuh. Hal ini juga merupakan sifat sebagian orang Yahudi. Rasa cemburu tidak menyentuh mereka, walau istrinya menari dan berdansa dengan pria lain. Apa yang terjadi terhadap para pembangkang itu merupakan peringatan yang sangat berharga untuk dihindari oleh mereka yang tidak ditimpa sanksi tersebut, baik yang hidup ketika itu maupun generasi selanjutnya. Hal ini juga sekaligus ia merupakan pelajaran bagi orang-orang bertakwa. Sekali lagi, apakah bentuk jasmani mereka yang diubah atau bukan, dewasa ini tidaklah terlalu penting untuk dibuktikan. Yang pasti adalah akhlak dan cara berpikir mereka tidak lurus. Karena itu, setelah menjelaskan akibat dan tujuan sanksi Ilahi itu, kelompok ayat ini menggambarkan akal bulus dan kelicikan mereka, penyimpangan dan keraguan mereka terhadap nabi, serta upaya mereka menghindar dari perintah Allah. Selanjutnya Allah menjelaskan kelicikan, keraguan dan pembangkangan mereka melalui kisah sapi yang menjadi nama surah ini. Itu bermula dari terbunuhnya seorang tua kaya yang tidak jelas siapa