Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
P253: Kelompok VI ayat 85 Surah al-Baqarah (2) Sa Sa Sebelum Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah, di sana terdapat dua kelompok Arab yang saling bermusuhan; kelompok “Aus dan Khazraj. Sebagian orang Yahudi yakni kelompok Bani an-Nadhir dan Gainuga' memihak kepada Khazraj dan sebagian lainnya yakni Bani Quraizah memihak kepada Aus. Bila ada orang-orang Yahudi yang menjadi tawanantawanan perang, mereka dibebaskan. Padahal, ketika perang berkecamuk meteka tidak segan-segan membunuhnya. Bani Quraizah membantu membebaskan orang-orang Yahudi dari Bani an-Nadhir dan Gainiga' yang tadinya memihak kelompok Khazraj yang mereka perangi, dan demikian juga sebaliknya. Ketika ditanya mengapa mereka melakukan hal tersebut, mereka menjawab, “Kami terlarang memerangi orang-orang Yahudi. Bahkan kami diperintahkan menebus yang tertawan dari mereka. Tetapi kami terpaksa berperang melawan orang Yahudi, karena kami malu untuk tidak membantu suku yang terikat perjanjian bela-membela antara kami dengan mereka (suku Aus bagi kelompok Bani Ouraizah dan suku Khazraj bagi Bani an-Nadhit).” Allah mengecam mereka dengan firman-Nya: Apakah kalian beriman kepada sebagian al-Kitab dan ingkar terhadap sebagiannya (yang lain), yakni melaksanakan perintah menebus tawanan dan mengabaikan perintah lannya seperti berperang, mengusir, dan bantu membantu dalam kejahatan? Kedurhakaan mereka dinamai kekufuran, karena kata £ufur tidak selalu berarti keluar dari keimanan. Tidak melaksanakan perintah Allah juga dinamai kekufuran, bahkan tidak mensyukuri nikmat Allah atau kikir dan enggan membantu pun terkadang dinamai kekufuran oleh al-Qur'an. Itu sebabnya, kata syukur diperhadapkan dengan kufur dalam Firman-Nya: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kamu, dan jika kamu kufur maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim [14]: 7). Atau, mungkin juga kekufuran orang-orang Yahudi yang dimaksud oleh ayat ini adalah kekufuran dalam arti tidak mempercayai tuntunan-tuntunan Ilahi itu dari lubuk hati mereka. Karena, kekufuran dapat saja terjadi walau seseorang percaya kepada Allah tetapi tidak mempercayai kewajiban yang ditetapkan-Nya. Kalau itu yang terjadi dan berlanjut, siapa pun pelakunya, ta pasti tidak akan mendapat buah dari sikapnya itu kecuali msta dalam kehidupan dunia. Sekali lagi, siapa pun pelakunya, termasuk umat slam, kapan dan di mana pun mereka berada. Ancaman Allah ini dialami oleh orang-orang Yahudi yang hidup pada masa Nabi Muhammad saw. Pada tahun ketiga Hijrah setelah peperangan