Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok VI ayat 89 Surah al-Baqarah (2) Ayat ini di samping membuktikan kebohongan ucapan mereka sebelum ini, juga menunjukkan keburukan lain dari Bani Israil. Al-Qur'an diturunkan Allah swt. untuk menjadi petunjuk bagi semua manusia, termasuk Bani Isra'il: tetapi mereka menolaknya. Penolakan itu tidak berdasar sama sekali bahkan bukti pendukungnya sedemikian banyak, karena itu sungguh aneh sikap mereka. Mereka tidak mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw. Dan, setelah datang kepada mereka kitab suci al-Qur'an dan sisi Allah yang kandungannya membenarkan apa yang ade pada mereka, menyangkut kedatangan seorang nabi serta sifat-sifatnya yang mereka ketahut, mereka tetap mengingkari nabi itu, padahal sebelumnya, yakni sebelum kedatangan nabi itu, mereka biasa bermohon — demi nabi itu — kiranya mereka mendapat kemenangan alas orang-orang kafir yang menjadi musuh-musuh mereka. Orang-orang Yahudi bermukim di Madinah yang didiami juga oleh dua suku Arab besar, yaftu Aus dan Khazraj. Bila terjadi permusuhan antara orang-orang Yahudi dengan lawan-lawan mereka, orang-orang Yahudi itu bermohon kepada Allah, “Wahai Tuhan! Menangkanlah kami atas musuhmusuh kami, demi Nabi yang Engkau sebutkan sifatnya dalam Taurat.” Mereka juga sering berkata kepada musuh-musuh mereka bahwa jika Nabi yang mereka nantikan datang, mereka akan menyambut dan mempercayainya dan mereka akan mengalahkan musuh-musuh mereka . „Demikianlah keadaan mereka. Tetapi, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, yakni yang mereka ketahui menyangkut kitab suci al-Qur'an, Nabi Muhammad dan sifat-sifat beliau, mereka lalu ingkar kepadanya. Permohonan memperoleh kemenangan demi Nabi yang dinantikan, menunjukkan bahwa sebenarnya hati mereka tidak tertutup, bukan pula exta tidak tahu, dan tidak juga hati mereka telah penuh dengan bimbingan. Buktinya, mereka mengakui akan datangnya Nabi. Mereka juga memohon kepada Allah demi Nabi yang akan datang itu. Jika demikian, ada sebab lain yaitu iri hati atas anugerah Allah, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikutnya. Maka jika demikian laknat Allah atas orang-orang kafir, yakni laknat Allah atas mereka. Ayat ini tidak menyatakan laknat Allah atas mereka tetapi “laknat Allah atas orang-orang kafir.” Pemilihan redaksi demikian bukan saja bertujuan menyifati mereka sebagai orangorang kafir, tetapi juga untuk menginformasikan bahwa laknat itu mencakup pula siapa pun yang berbuat seperti perbuatan orang-orang Yahudi yang kafir itu.