Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 279
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 279 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok VI ayat 94-95 pun yang bersedia. Memang, sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, bahkan mereka ingin hidup di dunia selama-lamanya walau dalam bentuk kehidupan yang sederhana. Ini disebabkan karena apa yang telah diperbuat oleh tangan mereka sendiri, yakni kezaliman dan dosadosa. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang antaya. Keinginan adalah sesuatu yang terpendam di dalam hati. Karena itu, perintah berkeinginan di atas harus dipahami dalam arti lakukan hal-hal yang menunjukkan secara pasti bahwa mereka ingin. Ayat ine dapat juga menunjukkan bahwa jangankan berbuat atau mengucapkan sesuatu yang menunjukkan keinginan mereka untuk mati, menghadirkan kematian dalam benak mereka serta membayangkannya pun tidak mereka inginkan. Kata («J) lan, yang dipakai ayat ini digunakan untuk menafikan sesuatu untuk selama-lamanya. Allah yang mengetahui isi hati semua makhluk dan menyelami pikirannya masing-masing, menyampaikan secara pasti bahwa ( 3 ) lan, yakni sekali-kali mereka tidak akan menginginkan kematian itu selama-selamanya. Memang, semua orang ingin hidup lama, tetapi ada yang bersedia mengorbankan jiwanya untuk meraih sesuatu yang luhur di akhirat kelak. Perintah kepada mereka agar menginginkan kematian tidak bertentangan dengan larangan Nabi saw. bagi umat Islam untuk mengingingkan kematian. Karena perintah ini berkaitan dengan pembuktian ucapan-ucapan mereka, sedang larangan Nabi saw. berkaitan dengan keputusasaan menghadapi kesulitan hidup. Di sisi lain, keinginan untuk mengorbankan diri dan mati sebagai syahid, sama sekali tidak terlarang dalam agama. Bukankah Allah membeli dari orang-orang beriman jiwa dan harta mereka sebagaimana disebutkan dalam sekian banyak ayat? Ayat di atas dijadikan oleh sementara ulama — seperti oleh Ibn Asyur dan asy-Sya'rawi — sebagai salah satu bukti kebenaran al-Qur'an, sekaligus kebenaran pernyataan Allah menyangkut orang-orang Yahudi. Seandainya ketika itu ada di antara mereka yang datang kepada Nabi Muhammad saw. — dua tiga orang saja — dan berkata bahwa, “Tidak benar apa yang engkau katakan wahai Muhammad melalui al-Qur'an, bahwa kami tidak bersedia mati. Sungguh kami bersedia dan mengharapkannya.” Seandainya ada yang berucap demikian, maka pernyataan al-Qur'an di atas dapat dinilai tidak benar. Tetapi tidak seorang pun di antara mereka yang berucap demikian. Begitulah, terbukti kebenaran firman-firman Allah.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 279 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi