Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VI ayat 97 mudharat bagi dirinya sendiri. Karena malaikat Jibril sedemikian agung dan tidak dapat disentuh mudharat sedikit pun oleh ulah manusia, kecuali atas izin Allah. Malaikat itu sangat dekat kepada-Nya dan dipercaya oleh-Nya. Tidaklah wajar memusuhinya, karena sesungguhnya dia telah menurunkannya, yakni al-Our'an atas izin Allah, bukan atas kehendaknya atau kehendakmu hai Muhammad. Ini berarti juga siapa yang memusuhi Jibril maka dia memusuhi pula Allah.. Hai orang-orang Yahudi! Tidak wajat kalian memusuhinya. Apalagi wahyu-wahyu yang disampaikannya itu membenarkan apa yakni kitab-kitab suci yang sebelumnya termasuk kitab yang dibawa oleh Nabi Musa as. Dan, wahyu-wahyu itu juga menjadi petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang mukmin. Dengan demikian, memusuhi Jibril berarti memusuhi Allah. Dan memusuhi Allah, berarti memusuhi semua makhluk-Nya yang taat. Bila seorang memusuhi Allah, Allah pun memusuhinya, walaupun manusia yang dimusuhi-Nya itu mencintai sebagian makhluk-Nya. Konon orang Yahudi memusuhi malaikat Jibril, tetapi menyukai malaikat Mikail. Ini karena mereka percaya bahwa Mikail membawa rahmat, menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuhan. Katg (Jay) Jibril adalah kata majemuk yang terdiri dari kata jib yang dalam bahasa Ibrani berarti hamba atau kekuatan sedang kata kedua adalah 7/ yang merupakan salah satu nama Allah. Permusuhan orang-orang Yahudi terhadap malaikat Jibril cukup populer, hanya yang mengherankan adalah mereka memusuhinya padahal dalam saat yang sama meteka mengakuinya sebaai utusan Tuhan. (Baca antara lain Perjanjian Lama Daniel 8: 15-16). Di sini dikemukakan bahwa Jibril datang untuk mengajarkan makna mimpi beliau sedang dalam Daniel 9: 22-23, malaikat Jibril secara jelas mengakui bahwa belaiu datang membawa firman Allah. Tercatat di sana bahwa beliau berkata: “Sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti. Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah satu firman, jadi aku datang untuk memberitahukannya kepadamu sebab engkau sangat dikasihi.” Demikian terlihat bahwa orang-orang Yahudi mengakui bahwa malaikat Jibril penyampai wahyu Ilahi, kendati demikian mereka memusuhinya.