Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok VI ayat 98 Surah al-Baqarah (2) AYAT 98 -s A GPS e d o IE iry yy ASIA) DAS DS Ipa gaap “Barang siapa yang menjadi musuh terhadap Allah, malaikat-malaikat- Nya, rasulrasul-Nya, Jibril dan Mikd'il, maka sesungguhnya Allah adalah musuh terhadap orang-orang kafir.” Ayat ini merupakan lanjutan komentar atas sikap sementara orang Yahudi kepada malaikat Jibril. Siapa yang menjadi musuh Allah? Musuh adalah yang berusaha atau yang menimpakan mudharat pada yang dimusuhinya. Jika Allah memusuhi seseorang, itu berarti ancaman siksa atau jatuhnya siksa itu atasnya. Di sisi lain, seseorang dinilai memusuhi Allah, jika ia melanggar perintah-Nya dengan sengaja dan angkuh. Demikian itu maknanya, karena tidak satu pun yang dapat memusuhi-Nya, dalam ari berusaha atau yang menimpakan mudharat pada-Nya. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, dengan memusuhi salah satu makhluk-Nya yang taat, atau memusuhi salah satu dari malaikat-malaikatNya, atau salah seorang dari rasu/-rasul-Nya, atau Jibril (malaikat pembawa “wahyu), dan Mika) (malaikat pembawa rezeki), maka sesungguhnya dia telah kafir dan mengantar dirinya kepada kebinasaan karena memusuhi Allah. Sesungguhnya Allah adalah musuh terhadap orang-orang kafir. Kata (Iwa) Mik4'/ ada yang berpendapat terambil dari kata (sk) malakit Allah, ada juga yang memahaminya serupa dengan kata bril yaknı mik berarti hamba dan #/ berarti Tuhan, hanya saja kata mik mengandung makna pengecilan. Yakni hamba Allah yang kecil, atau dalam bahasa Arab (&! xm£) Ubaidillah. Ini tentu jika dibandingkan dengan malakat Jibril yang merupakan (A1 s ) Abdullah/ hamba Allah tanpa mengandung makna pengecilan. Al-Jamal dalam komentar terhadap tafsir d-Jaldlain menyebut sumber pendapat ini dari al-Mawardi yang menisbahkannya kepada Ibn “Abbas, sambil berkata: “Kami tidak mengetahui ada yang berbeda pendapat dengan Ibn “Abbas dalam hal ini.” Ayat di atas menegaskan dua hakikat yang berlaku umum. Pertama, bahwa Allah tidak membeda-bedakan para rasul dan malaikat-Nya. Kepercayaan, ketaatan, dan kecintaan kepada mereka adalah satu paket. Yang memusuhi mereka atau salah seorang dari mereka, menjadi musuh