Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VI ayat 99 Allah pula. Selanjutnya, yang menjadi musuh Allah adalah orang-orang kafir, dan semua tahu bagaimana perlakuan Allah terhadap orang-orang kafir. Kedua, bahwa sanksi terhadap yang melanggar bukan hanya terhadap orang Yahudi, tetapi terhadap siapa pun yang kafir dan memusuhi-Nya, atau memusuhi salah satu malaikat atau makhluk yang taat kepada-Nya. Demikianlah makna yang dipahami dari penutup ayat di atas. Sebelum ini, ayat yang lalu telah mengemukakan sikap orang-orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad saw. dan al-Qur'an yang diturunkan kepada beliau melalui malaikat Jibril as. Nabi Muhammad juga diperintahkan berkali-kali dalam ayat-ayat yang lalu untuk membantah ucapan-ucapan mereka. Kali ini, Allah menghibur Nabi-Nya sekaligus memuji kitab suci al-Qur'an dan menegaskan bahwa ia penuh dengan tanda-tanda kebenaran: AYAT 99 gaap Dpi YG g o o ay dgl ai “Dan demi (Tuhan), sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tidak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.” Yang dimaksud dengan orang-orang fasik di sini adalah orang-orang Yahudi yang menolak kenabian Muhammad saw. serta kebenaran al-Qur'an. Ini dipahami demikian, karena ayat ini merupakan bagian dari bantahan terhadap mereka. Kendati demikian, tidak keliru jika ada yang berpendapat bahwa ia bersifat umum, mencakup orang-orang Yahudi dan siapa pun yang fasik. Ayat di atas menyatakan: Dan demi Tuhan tidaklah wajar orang-orang Yahudi itu — bahkan siapa pun — menolak kebenaran al-Qur'an karena sesungguhnya Kami Allah Yang Maha Agung, dengan menugaskan malaikat Jibril, telah menurunkan kepadamu, wahai Muhammad, ayat-ayat yang jelas kandungannya serta bukti-bukti kebenarannya dan kebenaranmu sebagai Rasul. Dan karena itu, tidak ada yang ingkar kepadanya, dari orang-orang yang hidup pada masamu atau sesudahmu, melainkan orang-orang yang fasik. Kata (Wyi) angalnd, oleh sementara ulama dibedakan dengan kata (Wy) naggalna, yang keduanya biasa diterjemahkan dengan kami telah turunkan. Yang pertama berarti menurunkan sedikit demi sedikit, sedangkan yang kedua berarti menurunkan sekaligus. Memang, sebagian ulama