Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 290
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 290 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Kelompok VI ayat 102 Surah al-Baqarah (2) dan anaknya pun ikut tercemar dan agar lahir antipati terhadap Nabi Sulaiman dan putranya itu. Mereka itulah yang dimaksud oleh ayat ini ketika menyatakan bahwa “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaimin yakni Kitab Allah mereka tinggalkan, lalu mereka membaca kitab setan. Mereka menuduh rasul mulia Nabi Sulaiman as. yang mendapat anugerah kekuasaan dari Allah, dengan mengatakan bahwa SulamAn itu telah kafir dan atau karena ia mengerjakan sihir padahal Sulaiman hdak kafir tidak juga menggunakan sihit tetapi setan-setan itulah yang kafir dan menggunakan sihir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia. Dan orang-orang Yahudi itu juga mengikuti apa yakni sihir yang diturunkan kepada dua malaikat yang merupakan hamba-hamba Allah yang tercipta dari cahaya dan hanya dapat taat kepada-Nya, atau dua manusia yang saleh bagaikan rpalaikat. Mereka berdua yang ketika itu berada di negeri Babil yaitu Harit dan Marut. Babail adalah satu kota paling populer pada masa lampau di wilayat Timur sekitar dua ribu tahun sebelum Masehi, yang hingga kini bekas-bekasnya masih dapat terlihat di sebelah timur kota Baghdad, Irak. Harit dan Marut memang mengajarkan sihir, tetapi berbeda dengan setan dan juga berbeda dengan orang-orang Yahudi yang mengikuti setan. Keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu taft” Jadi, mereka selalu menasihati siapa pun yang mempelajari sihir itu dari mereka, bahwa apa yang kami ajarkan ini adalah cobaan buat kalian. Cobaan itu bertujuan untuk membedakan yang taat dan yang durhaka, serta untuk membuktikan bahwa sihur berbeda dengan mukjizat. Karena itu, para penyihir, sekali-kali bukanlah nabi, dan karena itu pula, jangan gunakan sihir, karena ia dapat menyesatkan dan merugikan kalian. Demikian nasihat Harut dan Marut. Tetapi di antara yang diajar itu ada yang membangkang dan enggan mengikuti nasihat. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat Il apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seseorang dengan pasangannya (suami istri). Untuk menghilangkan dugaan keliru serta menyucikan akidah manusia, ayat ini menegaskan bahwa: Dan mereka, yakni para ahli sihir itu, tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Ini karena tidak ada sesuatu pun yang terjadi di alam raya, kecuali atas izin-Nya. Ketika Allah memberikan potensi kepada sihir dan yang


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 290 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi