Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok VII ayat 112 Surah al-Baqarah (2) yang berhak memasukinya. Nabi Muhammad saw. pun tidak. Itu sebabnya, maka bukti kebenaran yang dituntut adalah informasi-Nya, yakni wahyuwahyu yang disampaikan kepada utusan-utusan-Nya. Tentu saja mereka tdak dapat menghidangkan bukti-bukti tersebut, karena dalam kitab suci tidak terdapat sekelumit isyarat pun tentang hal tersebut. Memang, ketika seseorang berkata kepada lawannya, coba kemukakan bukti Anda, maka: ucapan ini mengesankan bahwa bukti atau alasan yang diminta itu tidak ada atau sangat lemah, sehingga pada akhirnya alasan tersebut tidak dapat diterima. Dengan demikian, permintaan untuk menunjukkan bukti kebenaran itu adalah permintaan yang bermakna: bahwa kamu tidak memiliki bukti kebenaran sedikit pun menyangkut ucapan-ucapan kamu. Pada ayat berikut, kembali Allah memberikan penegasan dan menunjukkan keadilan-Nya manyangkut siapa yang memperoleh anugerahbukan yang berhak- masuk ke dalam surga (tidak sebagaimana ucapan orang Yahudi dan Nasrani). AYAT 112 1 ajz aki G Yy dy iie PPL ah ma P0 1g) a EYP D (Tidak demikian), bahkan siapa yang menyerahkan wajahnya kepada Allah, sedang ia muhsin, maka baginya pahala di sisi Tuhannya dan tiada rasa takut menimpa mereka, tidak juga mereka bersedih hati.” Anda tentu masih ingat bahwa dalam ayat 81 surah ini, Allah swt. menegaskan siapa yang wajar Dia masukkan ke dalam neraka. Dalam ayat ini dikemukakan. Tidak demikian yakni tidak seperti apa yang diucapkan atau diyakini oleh Ahl al-Kitab, bahkan siapa pun yang menyerahkan wajabnya seluruh hidup dan totalitasnya kepada Allah, yakni demi karena-Nya sedang ia muhsin yakni selalu berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Tuhannya berupa kebahagiaan didunia dan kebahagiaan di akhirat berupa surga dan bahkan lebih dari surga dan tiada rasa takut menimpa mereka, dari siapa pun dan hdak juga mereka bersedih hati atas sesuatu yang pernah menimpanya. Jangan Anda menduga-karena redaksi ayat ini “siapa yang menyerahkan wajahnya” berbentuk tunggal dan bukan “wajah mereka”, bahwa ia hanya