Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VII ayat 119 serta para ulama, dan cendekiawan. Itu makna kata “Kami” pada ayat di atas. Bahkan, tantangan kepada yang ragu untuk membuat semacam alOuran walau satu surat pun telah pula dipaparkan, tetapi mereka tetap tidak mau percaya. Sebenarnya, kalau mereka mau memperhatikan tanda-tanda yang disajikan Allah itu, atau yang dijelaskan oleh Rasul dan para cerdik pandai (ulama), bukan saja mereka akan percaya, tetapi mereka akan yakin, yakni hati mereka akan sangat mantap menerimanya. Tidak akan ada sedikit pun keraguan yang menyentuhnya. Orang yang yakin, tidak akan bergeming dengan alasan apapun yang dikemukakan untuk mengurangi keyakinannya, dan tidak perlu pula ia meninjau ulang keyakinan itu. Ayat ini sekaligus merupakan penjelasan yang membuktikan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah Rasul pilihan Allah, Untuk mempertegas makna ayat tersebut sambil menunjukkan bahwa mereka tidak wajar untuk diajak berdiskusi, karena mereka melecehkan aneka bukti dan argumentasi, maka ayat berikut menyatakan: AYAT 119 . 4 A ta Pe Sea SM Ii KAP a iei E JES YY a Vai de DYI ‘Sesungguhnya Kami telah mengutusmu dengan hag; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.” Anda lihat, ayat ini tidak ditujukan atau bebicara tentang mereka. Redaksinya ditujukan langsung kepada Nabi Muhammad saw. yang disertai dengan kata yang mengandung pengukuhan, Sesungguhnya, dan penegasan bahwa Kami telah mengutusmu hai Nabi Muhammad dengan bag yakni dengan benar dan membawa kebenaran. Pemilihan beliau sebagai Rasul adalah benar dan gag. Risalah dan ajaran yang disampaikan-Nya juga benar dan bag, karena semuanya dari Kami, yakni Allah swt. Keengganan mereka untuk percaya, sangat menyedihkan bahkan merisaukan Nabi saw. Karena itu Nabi Muhammad diingatkan bahwa engkau hanya Kami tugaskan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan karena itu pula, penutup ayat ini menghibur beliau bahwa, “Dan kamu wahai Muhammad tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang