Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 350
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 350 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

LAN. 339: um Kelompok VIII ayat 138 Surah al-Baqarah (2) A3 Ls A meresap ke dalamnya. Celupan berbeda dengan cat. Yang ini, tidak meresap dan tidak menyatu dengan sesuatu, tetapi celupan menyatu dengannya karena masuk ke dalamnya melalui pori-pori. Siapa yang dicelup oleh Allah? Anda dapat mengatakan bahwa Allah telah mencelupkan hati umat Islam ke dalam atau dengan celupan tertentu. Celupan itu adalah iman yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim as.: yakni yang ajarannya disinggung oleh ayat 136 di atas. Kain yang dicelup dengan warna tertentu akan sama warnanya, dan jelas terlihat ke permukaan. Ia berbeda dengan celupan lain yang mengambil warna lain. Demikian juga umat Muhammad saw. dengan umat yang lain. Kita berbeda dalam keimanan, walaupun masing-maing telah dicelup. Celupan kami adalah celupan Allah. Boleh jadi warna yang dipilih sama, tetapi kualitasnya berbeda. Kita samasama mengagungkan Nabi Ibrahim, tetapi kita berbeda dalam memahami ajaran beliau, kita berbeda dalam pandangan hidup. Celupan yang baik tidak akan luntur walau silih berganti panas dan dingin, angin dan embun menerpanya. Demikianlah juga dengan celupan Allah. Siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Tidak satu pun! Celupan-Nya lah yang terbaik! Ada juga yang berpendapat bahwa yang dicelup Allah adalah umat manusta seluruhnya. Manusia di celupnya dengan sesuatu yang telah melekat pada diri masing-masing, yaitu keyakinan tetang wujud dan keesaan Allah swt. Semua manusia memilikinya. “Setiap yang lahir, lahir atas dasar fitrah. Kedua orang tuanya yang (menjadi faktor utama) menjadikan ia Yahudi atau Nashrani atau menjadikan ia Majusi” (HR. Bukhari dan Muslim dan lain-lain). Pendapat kedua ini lebih luas, sehingga termasuk di dalamnya pendapat yang pertama di atas. Betapapun, umat Islam jelas akan mempertahankan shibghah Allah itu, sehingga dengan gamblang pula mereka berkata bahwa, hanya kepada-Nya-lah kami tunduk patuh. Kata tunduk patuh adalah terjemahan penulis untuk kata (ogle) dbidin. Kata dengan patron ini menunjuk kepada pelaku yang kelakuannya — sebagaimana ditunjuk oleh masing-masing kata — sudah sedemikian mantap dan mendarah daging, sehingga sulit — kalau enggan berkata tidak mungkin — dapat diubah. Kami patuh tunduk kepada Allah dengan kepatuhan yang tidak goyah oleh alasan dan sebab apapun. Demikianlah lebih kurang maksudnya. Setelah pernyataan tentang shibghah itu, Nabi saw. dalam ayat berikut diperintahkan oleh Allah untuk mengecam orang yang menyeleweng.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 350 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi