Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok VIII ayat 139 AYAT 139 jang SN Sh desi dh Ka nia duka E TAP jala Katakanlah: “Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu, bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati.“ Setelah menjelaskan bahwa umat Nabi Muhammad saw. mengikuti millah Ibrahim, dan bahwa celupan umat Islam adalah celupan Allah swt., yang kesemuanya mengandung makna perbedaan umat Islam dengan mereka, tentu saja mereka akan membantah dan mendebat, bahkan itu telah mereka lakukan sebelum ini dan akan dilakukannya terus sebagaimana terbaca pada ayat 140 yang akan datang. Dari sini, ayat di atas memerintahkan Nabi saw.: Katakanlah, dengan mengecam dan menolak sikap buruk mereka, “Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, menyangkut keesaan-Nya dan sifat-sifat-Nya yang sempurna lagui kebijaksanaan-Nya padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu kita tidak dapat mengelak dari ketetapan-Nya, hanya Dia yang berwewenang mengatur din menetapkan kebijaksanaan menyangkut kita semua karena kita semua adalah hamba-hamba ciptaan-Nya, dan juga yang akan memberi balasan dan ganjaran atas sikap dan perbuatan kita menyangkut tutunanNya dan karena itu bagi kami amalan kami, kami yang akan mempertanggung jawab kannya, dan demikian juga bagi kamu amalan kamu dan buat kami hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati.” Memperdebatkan dengan kami tentang Allah (dan ajaran-Nya)? Kalian berkata Tuhan memiliki anak, agama kalian lebih benar! Petunjuk Allah hanya untuk kalian! Surga milik kalian!. Kalian tidak akan masuk neraka kecuali beberapa hari! Tuhan beranak, dan lain-lain. Apakah ada hal-hal yang khusus buat kalian, sehingga kalian menduga bahwa Tuhan mengkhususkan buat kalian sesuatu yang tidak dianugerahkan-Nya kepada kami? Apakah benar seperti itu ajaran-Nya? Apakah dia membeda-bedakan, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu? Tidak! Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu, Dia yang akan memberi putusan yang tepat, serta sanksi dan ganjaran, yang sesuai dengan amal masing-masing. Itulah Tuhan yang kami sembah dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati