Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
KELOMPOK IX (AYAT 142 - 150) Ayat-ayat 142-158 bełbicara tentang kiblat dan sikap orang Yahudi tentang masalah ini. Selama berada di Mekah, sebelum berhijrah ke Madinah, Rasul saw. dan kaum muslimin dalam shalat mengarah ke arah Ka'bah Mesjid al-Haram di Mekah. Namun ketika beliau berhijrah dan tiba di Madinah beliau mengarah dalam shalat ke Bait al-Maqdis. Pengalihan kiblat dari Mekah ke Bait al-Magdis itu, bertujuan — menurut pakar tafsir ath-Thabari — antara lain untuk menarik hati Bani Isra'il, kiranya dengan persamaanskiblat mereka bersedia mengikuti ajaran Islam, karena kiblat mereka pun mengarah ke sana, dan karena Bait al-Magdis dibangun oleh Nabi Sulaiman as. leluhur Bani Isr2'il yang sangat mereka kagumi. Setahun setengah, atau lebih sebulan atau dua bulan lamanya, beliau dan kaum muslimin mengarah ke Bait al-Magdis, namun orang-orang Yahudi jangankan memeluk Islam, bersikap bersahabat atau bahkan neteral pun tidak. Mereka justru memusuhi Nabi Muhammad saw. dan kaum muslim. Setelah melihat kenyataan tersebut, Rasul saw. yakin, bahwa memilih Bait al-Magdis sebagai arah shalat tidak mencapai tujuannya, bahkan kurang tepat jika dibanding dengan mengarah ke Ka'bah. Baitullah Ka'bah adalah rumah peribadatan pertama yang dibangun manusia, yakni jauh sebelum Bait al-Magdis dibangun. Di sisi lain, Ka'bah adalah arah leluhur Nabi Muhammad saw. Di sini terbetik dalam hati beliau keinginan untuk kembali mengarah ke Ka'bah, sebagaimana sebelum beliau berhijrah ke Madinah. Allah mengetahui keinginan tersebut apalagi sesekali bahkan boleh jadi seringkali beliau mengarahkan pandangan ke langit walau tanpa bermohon. Nah, sebelum keinginan itu dikabulkan, Allah terlebih dahulu menyampaikan 344