Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 363
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 363 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok IX ayat 145 akan mengikuti kiblat mereka bahkan mereka tidak akan mengikuti kiblat siapa pun dan di mana pun. Akhir terjemahan ayat di atas mengisyaratkan bahwa kiblat ke Ka'bah tidak diubah lagi, sehingga dengan demikian, Ka'bah adalah kiblat kaum muslimin hingga akhir zaman. Bukan hanya itu, dan sebagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Ini berarti pula bahwa perbedaan pendapat tentang kiblat akan berlanjut terus hingga akhir zaman pula. Dan sesungguhnya jika seandainya engkau mengikuti keinginan nafsu mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya engkau — seandainya demikian — pasti termasuk golongan orang-orang yang galim. Ayat di atas kemudian berandai, bahkan dua kali perandaian, sebagaimana terlihat padasterjemahan di atas. Memang mustahil Nabi Muhammad saw. melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perintah Allah. Karena itu, ayat ini lebih banyak tertuju kepada kaum muslimin, khususnya yang lemah iman kapan dan di mana pun mereka. Seakan-akan Allah berfirman: “Manusia yang paling agung dan tercinta di sisi-Ku, yaitu Muhammad saw. bila mengikuti keinginan nafsu orang-orang Yahudi dan Nasrani — apalagi setelah mengetahui kebenaran — maka ia akan Kami nilai berlaku aniaya. Dan tentu semua tahu bagaimana Allah memperlakukan orang-orang zalim.” Di sisi lain harus juga digaris bawahi bahwa yang dikecam adalah mengikuti keinginan nafsu mereka. Adapun jika yang mereka sampaikan itu adalah hal-hal yang benar, dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan atau logis menurut pikiran yang sehat, maka tidak ada halangan untuk mengikutinya, karena seperti sabda Nabi Muhammad saw., “Hikmah adalah dambaan seorang muslim, di mana dan dari siapa pun ia menemukannya maka dia lebih wajar memilikinya.” Nabi saw. juga membenarkan kaum muslimin menerima dan menyampaikan informasi Ahl al-Kitab selama tidak bertentangan dengan tuntunan agama atau akal sehat. “Silahkan beritakan apa yang (bersumber) dari Bani Isra'il. Tidak ada halangan...” (HR. Bukhari). Selanjutnya dalam konteks mempertegas sikap keras kepala sebagian orang Yahudi, dan tidak adanya bukti betapapun banyaknya yang dapat mengantar mereka berkiblat ke Ka'bah, penggalan ayat berikut menegaskan bahwa:


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 363 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi