Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok IX ayat 150 Surah al-Baqarah (2) Akhirnya ayat ini ditutup dengan peringatan halus kepada siapa pun, baik orang Yahudi maupun munafik, Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. Selanjutnya untuk lebih menekankan dan menghilangkan kemungkinan kesalahpahaman yang dapat ditimbul dari ayat 149, maka ayat 150 mengulangi perintah ayat 149: AYAT 150 yii u Sa LA Apa den Jab Very IP IP Uya) É agi ya yi a ÉU D a a Der San a, SEE an PI) PPA Aan “Dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Megjid alHaram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahwajah kamu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali Orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu, takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atas kamu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.” Awal ayat ini sama redaksinya dengan ayat yang lalu, dengan tambahan Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajah-wajah kamu ke arahnya. Dengan demikian, ayat ini mencakup sudah semua tempat dan keadaan. Dari mana saja engkau keluar wahai Muhammad, dari Madinah menuju Mekah, atau ke Thaif, atau Hunain atau ke mana saja, maka arahkan wajahmu ke sana. Bukan hanya Engkau, umat mu pun demikian. Di mana saja mereka berada, di Mekah atau di Jakarta atau di mana saja, mereka semua ketika shalat harus mengarah ke Ka'bah. Di sini terlihat sekali lagi bahwa walaupun pengalihan kiblat ke Ka'bah bermula dari keinginan hati Nabi Muhammad saw. dan atas pertimbangan beliau, namun ia berakhir dengan perintah mengarah kepada semua umat Islam. Kedudukan dan cinta Allah kepada Nabi-Nya ditunjukkan-Nya di sini, dan dalam saat yang sama rahmat dan petunjuk-Nya kepada umat Islam tercermin pula pada ayat-ayat ini. Itu pula sebabnya sehingga silih berganti redaksi yang berbentuk tunggal yang tertuju kepada Nabi