Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok X ayat 154 Surah al-Baqarah (2) Ayat ini mengajak orang-orang yang beriman untuk menjadikan shalat - seperti yang diajarkan Allah di atas dan dengan mengarah ke kiblat — dan kesabaran sebagai penolong untuk menghadapai cobaan hidup. Kata ( pai) ash-shabr/ sabar yang dimaksud mencakup banyak hal, sabar menghadapi ejekan dan rayuan, sabar melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, sabar dalam petaka dan kesulitan, serta sabar dalam berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan. Penutup ayat yang menyatakan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar mengisyaratkan bahwa jika seseorang ingin teratasi penyebab kesedihan atau kesulitannya, jika ia ingin berhasil memperjuangkan kebenaran dan keadilan, maka ia harus menyertakan Allah dalam setiap langkahnya. la harus bersama Allah dalam kesulitannya, dan dalam perjuangannya. Ketika itu, Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Perkasa, lagi Maha Kuasa pasti membantunya, krena Dia pun telah bersama hamba-Nya. Tanpa kebersamaan itu, kesulitan tidak akan tertanggulangi bahkan tidak mustahil kesuhtan diperbesar oleh setan dan nafsu amarah manusia sendiri. Karena kesabaran membawa kepada kebaikan dan kebahagiaan, maka manusia tidak boleh berpangku tangan, atau terbawa kesedihan oleh petaka yang dialaminya, ta harus berjuang dan berjuang. Memperjuangkan kebenaran, dan menegakkan keadilan, dapat mengakibatkan kematian. Puncak petaka yang memerlukan kesabaran adalah kematian, maka ayat selanjutnya mengingatkan setiap orang untuk tidak menduga yang gugur dalam perjuangan di jalan Allah telah mati. Mereka tetap hidup. Mereka hidup, walau tidak disadari oleh yang menarik dan menghembuskan nafas. AYAT 154 Moga Ye TA EL ea - Ata Mate IP Oya A ua Jea A EE a a ‘Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (mereka itu) hidup, tetapi kamu tidak menyadari (idup mereka). Jangan mengatakaan mereka mati; tetapi katakanlah bahwa mereka syahid, karena mereka sebenatnya hidup bahagia menyaksikan kamu dari alam barzakh serta hidup menyaksikan ganjaran Allah yang akan mereka dapatkan setelah kebangkitan mereka dari kubur.