Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
369 Kelompok X ayat 158 Surah al-Baqarah (2) Ya + GA“ Dengan bersa'i sesuai dengan tuntunan-Nya, maka seseorang mengedapankan dan memaklumkan tanda-tanda agama Allah, sekaligus mengedapankan dan memaklumkan rasa tunduk dan ketaatan kepada Allah swt. Tadinya kaum musyrikin melakukan pula sa'i, yang mengandung unsur kemusyirikan dan penyembahan berhala. Mereka berihram, atas nama berhala Manat, kemudian melakukan sa'i. Di puncak bukit Shafa mereka meletakkan patung yang mereka namakan Isaf. Sedang di puncak Marwah diletakkan berhala (abu) Na lah. Kaum muslimin, sepenuhnya sadar bahwa hal tersebut tidak dibenarkan agama, karena itu mereka ragu melakukan sai. Untuk menghilangkan keraguan tersebut, ayat di atas melanjutkan: "Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya.” Haji adalah berkunjung ke Mekah dan sekitarnya, demi karena Allah dengan berihram pada waktu tertentu dan melaksanakan amal-amal ibadah tertentu, seperti thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, melontar dan lain-lain. Sedang Umrah, adalah berkunjung ke Mesjid al-Haram demi karena Allah, dengan berihram dan melaksanakan thawaf, serta saʻi antara Shafa dan Marwah, kemudian menggunting rambut setelah selesai berthawaf. , Semua yang melakukan sa'i (usaha) baik dalam konteks melaksanakan ibadah haji dan atau Umrah, wajib atau sunnah, maupun usaha lainnya untuk mendapatkan kebahagiaan hidup duniawi, selama dilakukan secara tulus untuk kebaikan, dimulai dari kesucian dan berakhir dengan kepuasan, maka semua akan mendapat ganjaran, karena Allah sangat mensyukuri kebaikan yakni aktivitas yang dilandasai keikhlasan dan ketaatan kepada-Nya /agi Maba Mengetahui aktivitas dan niat para pelakunya. Anda tentu masih ingat bahwa masalah dan penjelasan-penjelasan yang terbaca pada kelompok ayat-ayat yang lalu dikemukakan dalam konteks pembicaraan tentang Bani Isra'il. Nah, kalau ketika berbicara tentang kiblat diisyaratkan bahwa sebenarnya mereka mengetahui kebenaran antara lain kebenaran kenabian Muhammad saw. maka pada kelompok ayat ini ditegaskan kecaman, kutukan dan ancaman siksa bagi sapa pun yang menyembunyikan pengetahuan yang dibutuhkan manusia termasuk menyembunyikan apa yang mereka ketahui tentang Nabi Muhammad saw.