Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok XI ayat 167 Surah al-Baqarah (2) i terhhat dihadapan mata. Mereka kecewa dan pupus harapan untuk meraih kenikmatan. Bahkan para pemimpin, ketika melihat siksa akibat kedurhakaan mereka, berlepas diri dari pengikut-pengikutnya karena enggan bertanggung jawab. Keadaan yang memimpin dan yang dipimpin — yang tadinya penuh harapan — diibaratkan dengan seorang yang memanjat dengan menggunakan tali untuk meraih sesuatu, tiba-tiba ketika telah berada di ketinggian dan terlihat olehnya apa yang ingin ia raih, tiba tiba-tali yang digunakannya putus sehingga ia terjatuh, putusnya tali itu tidak tanggungtanggung, tetapi putus dengan amat kukuh satu demi satu atau dari saat ke saat, sebagaimana dipahami dari kata (cai) tagaththa'at. ae 167 il aep CUIS Éa goi GS yet PAS SUPRA opa JG, GP UN Ga Tn a Sg GET Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti, “Seandainya kami dapat kembali pasti kam akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatan mereka menjadi aneka penyesalan yang luar biasa bagi mereka, dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.” Ayat di atas melukiskan pernyataan menyesal para pengikut pemimpin-pemimpin sesat itu, di mana mereka berkata: “Seandainya kami dapat kembali yakni ke dunia, pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana kini, di hari Kiamat ini, mereka berlepas diri dari kami.” Ketika itu, semuanya menyesal dan para pengikut ingin bila seandainya mereka dapat kembali ke dunia untuk berlepas diri dari para pemimpin itu. Mereka ingin kembali ke dunia untuk berlepas diri, karena di akhirat mereka tidak dapat lagi berlepas diri. Tetapi tentu saja keinginan ini mustahil tercapai. Di akhirat mereka juga harus mempertanggungjawabkan kesediaannya memilih serta menaati pemimpin itu. Demikianlah, melalui apa yang mereka lihat berupa siksaan, mereka menyadari bahwa semua kekuatan milik Allah, dan bahwa keberlepasan diri dari para pemimpin, serta keinginan untuk kembali ke dunia tidak mungkin terpenuhi. Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatan mereka, seperti mendiamkan kesalahan para pemimpin, merestui dan tidak