Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 393
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 393 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Tabel terjemah Inggris belum dibuat.
Bahasa Indonesia Translation

7 382 2. sro S2 Surah al-Baqarah (2) Kelompok XII ayat 170 Te mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak memabami sesuatu berdasar petunjuk akal dan tidak juga mendapat petunjuk.” Mengikuti orang tua adalah sesuatu yang wajar, bahkan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari manusia, khususnya ketika ia masih kecil. Saat itu boleh jadi ia mengikuti atau meniru sebagian dari apa yang dilakukan ayah, atau ibunya, atau bahkan kakek dan neneknya. Tetapi para orang tua itu tidak mustahil keliru dalam tindakannya, baik akibat kelengahan, kebodohan, atau keteperdayaan oleh setan. Buktinya, ada yang dilakukan kakek dan nenek yang tidak dilakukan oleh ayah dan ibu. Saat itu, seorang anak bisa bingung. Nah, dari sni Allah swt., dari saat ke saat mengutus para nabi membawa petunjuk-petunjuk-Nya untuk meluruskan kekeliruan serta mengantar ke jalan yang benar. Dari sini juga, setiap ajaran yang dibawa oleh para nabi tidak membatalkan semua tradisi masyarakat, tetapi ada yang dibatalkannya, ada yang sekadar diluruskan kekeliruannya, di samping ada juga yang dilestarikan. Pembatalan, pelurusan, dan pelestarian itu, ketiganya termasuk dalam apa yang dinamai “apa yang diturunkan Allah.” Di sisi lain, manusia mengalami perkembangan dalam pemikiran dan kondisi sosialnya. Ilmu pengetahuan yang diperolehnya pun dari saat ke saat bertambah, atau harus diluruskan. Itu semua melahirkan perubahan. Perubahan ini menuntut pula perubahan tuntunan, yang sedikit atau banyak berbeda dengan tuntunan yang pernah diberikan kepada orang tua. Tuntunan Ilahi, atau nilai-nila-Nya yang mengandung perubahan itu, termasuk juga dalam pengertian “apa yang diturunkan Allah.” Demikianlah terlihat adanya keniscayaan perubahan, dan bahwa segala sesuatu berubah kecuali perubahan itu sendiri. Dan sini sungguh keliru bila ada yang menjawab, “Kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” Karena, tidak satu generasi pun yang dapat luput dari kesalahan, sebagaimana tidak ada generasi yang tidak mengalami perubahan. Kekeliruan ucapan itu lebih jelas lagi jika orang tua dan nenek moyang mereka melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan tuntunan akal sehat atau tuntunan petunjuk Ilahi, yakni tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak juga mendapat petunjuk. Itulah yang dimaksud dengan penutup ayat ini “Apakah mereka akan mengikuti juga walaupun nenek moyang mereka itu tidak memahami sesuatu berdasar petunjuk akal dan tidak juga mendapat petunjuk.”


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 393 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi