Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok XII ayat 174 kebutuhan menutup rasa lapar dan memelihara jiwanya. Keadaan terpaksa dengan ketentuan demikian ditetapkan Allah, karena Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Penutup ayat ini dipahami juga oleh sementara ulama sebagai isyarat bahwa keadaan darurat tidak dialami seseorang kecuali akibat dosa yang dilakukannya, yang dipahami dari kata Maha Pengampun. Keputusasaan yang mengantar seseorang merasa jiwanya terancam tidak akan menyentuh hati seorang mukmin, sehingga dia akan bertahan dan bertahan sampai datangnya jalan keluar dan pertolongan Allah. Bukankah Allah telah menganugerahkan kemampuan kepada manusia untuk tidak menyentuh makanan, melalui ketahanan yang dimilikinya juga lemak, daging, dan tulang yang membungkus badannya? Lihat kembali uraian yang lalu pada ayat 155 surah al-Baqarah. Penjelasan tentang makanan-makanan yang diharamkan di atas, dikemukakan dalam konteks mencela masyarakat Jahiliah, baik di Mekah maupun di Madinah, yang memakannya. Mereka misalnya membolehkan memakan binatang yang mati tanpa disembelih dengan alasan bahwa yang disembelih atau dicabut nyawanya oleh manusia halal, maka mengapa haram yang dicabut sendiri nyawanya oleh Allah? Penjelasan tentang keburukan ini dilanjutkan dengan uraian ulang tentang mereka yang menyembunyikan kebenaran, baik menyangkut kebenaran Nabi Muhammad, urusan kiblat, haji dan umrah, maupun menyembunyikan atau akan menyembunyikan tuntunan Allah menyangkut makanan. Orang-orang Yahudi misalnya, menghalalkan hasil suap, orangorang Nasrani membenarkan sedikit minuman keras, kendati dalam kehidupan sehari-hari tidak sedikt dari mereka yang meminumnya dengan banyak. AYAT 174 a Uyi WÉ S a OEN SESI at Jp Goa Sad OI AE) AS Yg TT a An JG! II ea d oi give p Sf ais ‘Sesungguhnya orang-orang yang (sedang dan akan) menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu al-Kitab, dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalanı perutnya melainkan