Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok XII ayat 175-176 “Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka. Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan al-Kitab dengan membawa kebenaran, dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) al-Kitab itu, benarbenar dalam penyimpangan yang jauh.” Firman-Nya: Mereka itulah orang-orang yang di dunia ini membeli kesesatan dengan petunjuk yakni menukar petunjuk Allah dan Rasul yang.diterimanya dengan kesesatan yang lahur dari rayuan setan dan nafsu mereka. Dan mereka menukar siksa dengan ampunan yakni menukar pengampunan Allah yang dianugerahkan-Nya, antara lain karena terpaksa memakan yang haram, mereka menukarnya dengan siksa yang akan mereka peroleh sebagai dampak buruk makanan haram yang dimakannya itu, baik siksa itu di dunia maupun di akhirat. Maka alangkah bersaharnya mereka menghadapi api neraka! Penutup ayat ini menggunakan redaksi — yang mengandung penggambaran sesuatu yang aneh. Yakni, aneh bagi yang mendengar ulah mereka bukan aneh bagi Allah, karena tidak ada sesuatu yang aneh bagiNya. Rasa aneh lahir dari sesuatu yang muncul setelah sebelumnya tidak diketahui atau diduga, dan ini mustahil bagi Allah, karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, baik sebelum, di saat, dan sesudah terjadinya. Betapa tidak aneh, mereka membeli kesesatan dan membayarnya dengan petunjuk Allah, mereka mengambil kesenangan sementara dan memberi kesenangan abadi. Redaksi semacam ini dapat dipahami juga sebagai ancaman, sehingga bermakna: Alangkah beraninya mereka menentang api neraka. Seakan-akan dikatakan kepada mereka, “Perbuatan kalian mengantar kepada murka Allah. Apakah kalian bersabar disiksa di neraka? Sungguh sangat berani bila tidak gentar menghadapi siksa Allah di neraka” Ancaman ini dikemukakan terhadap mereka yang memakan makanan haram, untuk menggarisbawahi bahwa rahmat dan pengampunan yang dianugerahkan Allah untuk yang terpaksa, tidak mencakup mereka. Yang demikian itu, yakni ancaman siksa yang mereka hadapi itu, adalah karena Allah telah menurunkan al-Kitab dengan membawa kebenaran, tetapi mereka sembunyikan atau langgar petunjuk-Nya. Dan sesungguhnya orang: orang yang berselisih tentang kebenaran al-Kitdb itu, yakni Taurat dan Injil, yang menghalalkan apa yang diharamkan al-Gur'an di atas, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh.