Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Kelompok XIV ayat 185 Surah al-Baqarah (2 Setelah diketahui siapa yang wajib berpuasa dan yang diberi izin untuk tidak melaksanakannya, dijelaskan tentang masa puasa yang sebelum ini dinyatakan bahwa ia hanya pada hari-hari tertentu. Yaitu, AYAT 185 WA sg ya AT AN Sa dg giii Da a ra A de Lag j 05 aj kara An Ag yaa ka as Bi pep “- Si uji ny Í bS: ån MA Hop Das Say sa Gi é “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Our'in sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang baq dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu badir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak bari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kamu dan tidak menghendaki kesukaran bagi kamu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kamu, supaya kamu bersyukur.” Beberapa hari yang ditentukan, yakni dua puluh sembilan atau tiga puluh hari saja selama bulan Ramadhan. Bulan tersebut dipilih karena ia adalah bulan yang mulia. Bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan ulOurin sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk ilu serta pembeda yang jelas antara yang haq dan yang batil. Al-Qur’ân merupakan petunjuk bagi manusia menyangkut tuntunan yang berkaitan dengan akidah, dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dalam hal rincian hukum-hukum syariat. Demikian satu pendapat. Bisa juga dikatakan, a/-Our'dn petunjuk bagi manusia dalam arti bahwa al-Our'an adalah kitab yang maha agung, sehingga secara berdiri sendiri ia merupakan petunjuk. Banyak nilai-nilai universal dan pokok yang dikandungnya, tetapi nilai-nilai itu dilengkapi lagi dengan penyelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, yakni keterangan dan rinciannya. Wujud Tuhan dan keesaan-Nya