Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok XIV ayat 186 ayat. Ulama al-Qur'an menguraikan, bahwa kata jawablah ditiadakan di sini untuk mengisyaratkan bahwa setiap orang — walau yang bergelimang dalam dosa — dapat langsung berdoa kepada-Nya tanpa perantara. Ia juga mengisyaratkan bahwa Allah begitu dekat kepada manusia, dan manusia pun dekat kepada-Nya, karena pengetahuan tentang wujud Allah melekat pada fitrah manusia, bukti-bukti wujud dan keesaan-Nya pun terbentang luas. Berbeda dengan pengetahuan tentang hal-hal lain yang dipertanyakan, seperti mengapa bulan pada mulanya terlihat berbentuk sabit, kemudian sedikit demi sedikit membesar lalu mengecil dan hilang dari pandangan, demikian juga dengan pertanyaan-pertanyaan lain. Anak kalimat “orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,” menunjukkan bahwa bisa jadi ada seseorang yang bermohon tetapi dia belum lagi dinilai berdog oleh-Nya. Yang dinilai-Nya berdoa antara lain adalah yang tulus menghadapkan harapan hanya kepada-Nya, bukan kepada selaan-Nya, bukan juga yang menghadapkan diri kepada-Nya bersama dengan selain-Nya. Ini dipahami dari penggunaan kata kepada-Ku. Bila al-Qur'an menggunakan bentuk tunggal untuk menunjuk kepada Allah, maka itu berarti bahwa sesuatu yang ditunjuk itu hanya khusus dilakukan atau ditujukan kepada Allah, bukan selain-Nya. Kalaupun ada selain- -Nya, maka ia dianggap tiada, karena peranannya ketika itu sangat kecil. Itu sebabnya, mengapa pemberian taubat, dan perintah beribadah kepada-Nya, selalu dilukiskan dalam bentuk tunggal. Ini berbeda bila Yang Maha Kuasa ditunjuk dalam bentuk jamak. Ini biasanya untuk menunjukkan adanya keterlibatan selain dari Allah dalam sesuatu yang ditunjuk itu. Itu sebabnya dalam menguraikan penciptaan Adam, Allah menunjuknya dengan bentuk tunggal. Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku” (OS. Shad (38): 75), sedang reproduksi manusia dan lain-lain ditunjuk dengan menggunakan bentuk jamak, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. at-Tîn [95]: 4). Ini karena dalam penciptaan itu terdapat keterlibatan bapak dan ibu, berbeda dengan penciptaan Adam as. Firman-Nya: Hendaklah mereka memenuhi (segala perintah) Ku, mengisyaratkan bahwa yang pertama dan utama dituntut dari setiap yang berdoa adalah memenuhi segala perintah-Nya. Ini diperingatkan juga oleh Nabi saw. yang menguraikan keadaan seseorang yang menengadah ke langit sambil berseru, “Tyhanku-Tuhanku! (Perkenankan doaku),” tetapi makanan yang