Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Surah al-Baqarah (2) Kelompok XIV ayat 187 mustahil. Jalan yang kelihatan mustahil inilah yang diperoleh melalu ketabahan dan shalat (doa). Setelah menjelaskan perlunya berdoa, dan menganjurkannya lebihlebih di bulan Ramdhan, ayat selanjutnya kembali menjelaskan apa yang belum dijelaskan menyangkut puasa. AYAT 187 E SA SN ASI Lai GA Sita a LI aa i 5 5 WAE ya OFU Kié útg E as il Se LE sy bsd Ia La basal Ss PB apa US SI a lah A OSG aa sai Yg JADI JAN LA 3 Ad y dig į b 5 A éU “us Moa = S úy S ai 3 yo di “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istriastn kamu, mereka itu adalah pakaian bagi kamu dan kamu pun adalah pakaian bag mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu, dan makan minumlah hingga jelas benar bagi kamu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, dalam keadaan kamu sedang beri'tikdf dalam mesjid. Itulah batas-batas larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” Izin bercampur dengan istri yang ditegaskan dalam ayat ini menunjukkan bahwa puasa tidak harus menjadikan seseorang terlepas sepenuhnya dari unsur-unsur jasmaniahnya. Seks adalah kebutuhan pria dan wanita. Karena itu, mereka para istri adalah pakaian bagi kamu wahai suami dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Kalau dalam kehidupan normal seseorang tidak dapat hidup tanpa pakaian, maka demikian juga keberpasangan tidak dapat dihindari dalam kehidupan normal manusia dewasa, kalau pakaian berfungsi menutup aurat dan kekurangan jasmani manusia, maka demikian pula pasangan suami istri, harus saling melengkapi dan menutup kekurangan