Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Tafsir al Mishbah Jilid 1 - Detail Buku
Halaman Ke : 429
Jumlah yang dimuat : 623
« Sebelumnya Halaman 429 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Surah al-Baqarah (2) Kelompok XV ayat 189 manusia, dan salah satu bentuk pendidikannya adalah mengarahkan mereka melalui jawaban-jawabannya. Memang tidak salah bila al-Qur'an menjawab pertanyaan mereka dengan jawaban ilmiah, sebagaimana dijelaskan dalam astronomi, yakni keadaan bulan seperti itu akibat peredaran bulan dan matahari, serta posisi masing-masing dalam memberi dan menerima cahaya matahari. Tetapi bila jawaban ini yang disampaikan, maka di samping masalah yang lebih penting tidak terungkap, penjelasan menyangkut pertanyaan itu bukan merupakan bidang al-Qur'an, karena al-Qur'an adalah kitab hidayah bukan kitab ilmiah. Di samping itu, jawaban ilmiah berdasar astronomi itu belum dapat terjangkau oleh para penanya ketika itu. Demikian ayat ini mengajarkan, agar tidak menjawab persoalan yang tidak termasuk otoritas Anda, tidak juga memberi jawaban yang diduga keras tidak dimengerti oleh penanya, sebagaimana ia mengajarkan agar mengarahkan penanya kepada pertanyaan dan jawaban yang bermanfaat baginya, di dunia atau akhirat. Yang lebih wajar mereka ketahui adalah tujuan penciptaan bulan seperti itu serta manfaat yang harus diperoleh dari keadaannya yang demikian. Keadaan bulan seperti jawaban al-Qur'an adalah untuk mengetahui waktu-waktu. Pengetahuan tentang waktu menuntut adanya pembagian teknis menyangkut masa yang dialami seseorang dalam hidupnya (detik, menit, jam, hari, minggu, bulan tahun, dan lain-lain), semua harus digunakan secara baik dengan rencana yang teliti agar ia tidak berlalu tanpa diisi dengan penyelesaian aktivitas yang bermanfaat. Ada kebiasaan buruk kaum musyrikin Mekah bila selesai melaksanakan haji, yaitu mereka tidak memasuki rumah melalui pintu-pintu yang tersedia, tetapi membuat lubang di belakang rumah dan dari sana mereka masuk. Ini mereka lakukan atas nama agama. Adat kebiasaan itu dicegah al-Qur'an sejalan dengan disinggungnya soal haji pada akhir penggalan ayat ini. Dapat juga dikatakan bahwa pertanyaan mereka yang bukan pada tempatnya itu serupa dengan adat kebiasaan mereka yang juga bukan pada tempatnya, atau pertanyaan itu serupa dengan orang yang masuk ke rumah bukan melalui pintu yang tersedia, tetapi membuat lubang di belakang untuk memasukinya. Allah menegaskan bahwa, Bukanlah kebajikan memasuki rumahrumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan ialah kebajikan orang yang bertakwa, atau kebajikan adalah siapa yang menghindar dari kebiasaan dan pertanyaan yang serupa dengan yang ditanyakan di atas dan dalam kondisi yang serupa pula. Karena itu masuklah ke rumab-rumah itu dari pintunya.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 429 dari 623 Berikutnya » Daftar Isi